BLORA, KYAIMENTERI.ID – Gitar, lagu-lagu kekinian, dan keberanian tampil di depan penonton menjadi daya tarik ekstrakurikuler (ekskul) musik SMA Negeri 2 Cepu, Kabupaten Blora.
Di bawah bimbingan Arhatya Risnanda, para siswa tidak hanya belajar memainkan alat musik.
Mereka juga ditempa agar mampu membangun kekompakan, menunjukkan kreativitas, dan memiliki kepercayaan diri saat tampil di atas panggung.
“Anak-anak sebagian besar ingin bisa menguasai alat musik gitar. Dalam ekstrakurikuler ini, mereka saya arahkan untuk membentuk grup band,” ungkap pria yang akrab disapa Nanda ini, Jumat (16/10/2026).
Untuk mendukung proses latihan, Nanda menentukan lagu-lagu yang akan dipelajari para siswa. Ia memilih lagu pop yang easy listening atau mudah dinikmati agar siswa lebih mudah mengikuti melodi dan irama.
Pilihan lagu juga menyesuaikan selera generasi Z. Saat ini, para siswa cenderung menyukai lagu-lagu kekinian yang sudah familiar di telinga mereka, seperti lagunya Idgitaf.
Lagu yang dekat dengan keseharian tersebut membuat proses latihan terasa lebih menyenangkan sekaligus mendorong siswa untuk terus mengembangkan kemampuan bermusik.
Bagi Nanda, keberhasilan ekstrakurikuler musik bukan semata-mata ketika siswa mampu memainkan lagu dengan baik. Ia ingin anak-anak bimbingannya berani menunjukkan kemampuan melalui penampilan langsung di hadapan penonton.
“Harapan saya, anak-anak bisa menunjukkan cara mereka perform. Jadi, mereka tidak hanya berlatih, tetapi juga berani tampil dan memperlihatkan kemampuan bermusik mereka,” ujar guru musik alumni UNNES tersebut.
Kesempatan unjuk kemampuan itu biasanya hadir saat kegiatan class meeting. Para siswa menampilkan permainan musik mereka di hadapan teman-teman dan guru sebagai hiburan di lingkungan sekolah.
Bermain dalam grup band juga menuntut siswa untuk saling mendengarkan dan menghargai peran masing-masing.
Sebab, penampilan yang menarik tidak hanya bergantung pada kemampuan seorang pemain gitar, tetapi juga pada keselarasan seluruh anggota band.
Menurut Nanda, keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler musik turut meningkatkan rasa percaya diri mereka.
Kesempatan tampil di depan banyak orang membantu siswa membiasakan diri mengekspresikan kemampuan tanpa terus dibayangi rasa gugup.
Pembinaan ekskul musik SMA Negeri 2 Cepu juga membuka kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di luar lingkungan sekolah.
Nanda mengaku kerap mengirimkan anak-anak bimbingannya untuk mengikuti festival band.
Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menambah pengalaman, menguji kemampuan, sekaligus merasakan suasana tampil di hadapan penonton yang lebih luas.
Keikutsertaan dalam festival band juga menjadi tantangan tersendiri. Siswa harus mempersiapkan materi lagu, memperkuat kekompakan, serta menjaga kualitas penampilan agar mampu memberikan pertunjukan terbaik.
Dari ketertarikan sederhana terhadap gitar dan lagu-lagu populer, siswa didorong untuk berproses menjadi pemain musik yang lebih terampil, mampu bekerja sama, serta berani menunjukkan kemampuan di atas panggung. (*)









