PURWOKERTO, KYAIMENTERI. ID— Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah 2026 segera memasuki wilayah Kecamatan Patikraja dan Purwokerto Selatan, Banyumas.
Menyambut momentum tersebut, dua Kwartir Ranting (Kwarran) mematangkan kesiapan pasukan melalui gladi bersama yang dipandu Tim Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyumas, Rabu (2/9).
Gladi digelar sebagai persiapan menjelang timbang terima ETK yang dijadwalkan berlangsung di Pertigaan Kedungwringin, Patikraja, Jumat (4/9/2026).
Pastikan Berlangsung Tertib dan Lancar
Kegiatan tersebut sekaligus memastikan setiap tahapan, mulai dari pergantian pasukan, pergerakan peserta hingga prosesi penyambutan, dapat berlangsung tertib dan lancar.
Di wilayah Patikraja, pasukan ETK akan melibatkan Pramuka Penegak dari SMA Negeri 1 Patikraja serta Pramuka Penggalang dari SMP Negeri 1 Patikraja dan SMP YPE Patikraja.
Sementara itu, Kwarran Purwokerto Selatan menyiapkan pasukan dari delapan pangkalan. Kedelapan pangkalan tersebut yakni SMK Tujuh Lima 1 Purwokerto, SMK Tujuh Lima 2 Purwokerto.
Seluruh Personel Pahami Tugas
Berikutnya, SMK Bina Teknologi Purwokerto, SMK Citra Bangsa Mandiri Purwokerto, SMP Negeri 5 Purwokerto, SMP Negeri 7 Purwokerto, SMP Telkom Purwokerto dan SMP Ma’arif NU 3 Purwokerto.
Ketua Kwarran Purwokerto Selatan, Durotun Nasichin mengatakan, persiapan dilakukan untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan rangkaian kegiatan saat ETK melintas di wilayahnya.
“Kami sudah mempersiapkan pasukan dari delapan pangkalan untuk mengikuti Estafet Tunas Kelapa. Gladi ini untuk memastikan seluruh rangkaian di lapangan dapat berjalan sesuai rencana,” kata Durotun.
Kerahkan Tim Penggembira
Tak hanya menyiapkan pasukan utama, Kwarran Purwokerto Selatan juga mengerahkan tim penggembira untuk menyambut dan menyemarakkan perjalanan Tunas Kelapa. Tim tersebut ditempatkan di sejumlah titik yang menjadi jalur ETK.
Di Jalan Gerilya, tim penggembira melibatkan SD Negeri 1 Tanjung, SD Negeri 2 Tanjung dan SD Negeri 3 Tanjung.
Sementara di Jalan Bung Karno, dukungan diberikan SD Negeri 1 Karangpucung, SD Negeri 4 Karangpucung dan SD Negeri 5 Karangpucung.
Durotun mengatakan, keterlibatan tim penggembira diharapkan mampu menghadirkan suasana semarak sekaligus mendekatkan kegiatan kepramukaan dengan masyarakat.
Momentum Hidupkan Semangat
“Kehadiran tim penggembira tersebut diharapkan membuat perjalanan ETK tidak sekadar menjadi prosesi estafet, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan semangat kepramukaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Setelah menerima estafet, pasukan Kwarran Purwokerto Selatan selanjutnya membawa Tunas Kelapa menuju Alun-alun Purwokerto.
Di lokasi tersebut, estafet akan diserahterimakan kepada Kwarran Purwokerto Timur untuk melanjutkan perjalanan berikutnya.
Persiapan yang dilakukan dua Kwarran tersebut menunjukkan bahwa ETK bukan sekadar prosesi pemindahan Tunas Kelapa dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Kegiatan ini melibatkan kesiapan personel, koordinasi antarpangkalan, dukungan masyarakat, serta semangat kebersamaan dalam menjaga keberlangsungan gerakan Pramuka.
Bangga Jadi Pasukan ETK
Salah satu anggota Pramuka Penegak dari SMK Citra Bina Mandiri Purwokerto, Dwi Ayu Lestari, mengaku bangga mendapat kesempatan menjadi bagian dari pasukan ETK.
“Sangat senang dan bersyukur bisa menjadi salah satu Pasukan Estafet Tunas Kelapa, karena tidak semua Pramuka Penegak maupun Penggalang bisa menjadi pasukan ETK. Ini akan menjadi pengalaman berharga,” ujarnya.
Bagi para peserta, keterlibatan dalam ETK tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kwarda Jawa Tengah, tetapi juga menjadi pengalaman untuk mengasah kedisiplinan, tanggung jawab dan kekompakan.
Estafet Tunas Kelapa pun diharapkan menjadi momentum untuk terus menyambungkan semangat kepramukaan dari satu generasi ke generasi berikutnya. (*)









