PAREPARE, KYAIMENTERI.ID – Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mematangkan Program Literasi Alquran Tahsin-Tadarus Setiap Murid (TSM), serta Pendidikan Karakter bagi murid SD dan SMP se-Kota Parepare, Sulawesi Selatan.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare, Adriani Idrus mengatakan sosialisasi program TSM kali ini ditujukan kepada seluruh Guru Agama Islam. Memastikan seluruh unsur di sekolah mulai dari kepala sekolah, guru agama Islam, guru wali kelas, hingga guru bidang studi memiliki kesepahaman yang sama, terkait tata cara pelaksanaannya.
“Disdikbud Kota Parepare akan menerbitkan surat edaran resmi,” kata Adriani, di Parepare Kamis (8/10/2026).
Menurut Adriani, program TSM ini nantinya dilaksanakan pada awal jam pembelajaran selama 30 menit. Mulai pukul 07.30 hingga 08.00 WITA, sebelum proses belajar mengajar dimulai.
“Setelah seluruh unsur sekolah menyatakan kesiapannya, program TSM ini rencananya akan diluncurkan (launches) secara resmi pada minggu ketiga bulan Oktober 2026,” ujarnya.
Asisten III Sekretariat Daerah Kota Parepare ini menegaskan, program TSM bertujuan untuk membentuk generasi yang berkualitas menurut perspektif Islam.
Generasi yang diharapkan memiliki kepribadian Islam yang kuat, keimanan yang kokoh, ilmu yang luas, akhlak mulia, serta kesehatan fisik dan mental yang baik.
“Membentuk karakter ASN maupun murid-murid berlandaskan nilai-nilai Islam, serta menanamkan kesadaran bahwa Alquran adalah pedoman hidup utama seorang muslim,” ujarnya.
Komitmen ini, lanjut Adriani diwujudkan melalui berbagai program keagamaan yang telah dan sedang berjalan, seperti Safari Dakwah, Religiusitas SMP, hingga Program Literasi Alquran TSM di sekolah-sekolah.
“Program ini merupakan program tambahan yang diwajibkan bagi seluruh satuan pendidikan jenjang SD dan SMP,” ujarnya.
Adriani memaparkan bahwa program TSM dilaksanakan secara terencana, terstruktur, berkelanjutan, dan berjenjang berdasarkan kemampuan serta tingkat perkembangan murid.
“Diarahkan untuk memastikan setiap murid memiliki kemampuan dasar membaca Alquran dengan baik dan benar, memahami kaidah bacaan, serta menghafal surah-surah Alquran sesuai target yang telah ditetapkan,” katanya.
Ia juga mengharapkan program ini dapat mengakselerasi pengentasan buta aksara Alquran, memperbaiki penerapan ilmu tajwid, serta memperkuat hafalan surah para murid.









