Menurut Hasbullah, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi KPU untuk mempelajari proses demokrasi yang dijalankan pelajar di lingkungan sekolah.
“KPU jadikan ini laboratorium juga,” ujarnya.
Ia mengatakan, tingkat partisipasi siswa, pola kampanye, serta penyampaian visi dan misi peserta dapat menjadi bahan pembelajaran dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pemungutan suara dilakukan menggunakan sistem e-voting. Setiap siswa yang terdaftar sebagai pemilih mendapatkan token berisi kode one-time password (OTP) sesuai identitas masing-masing.
Kode tersebut digunakan untuk mengakses aplikasi e-Pemilos atau E-Voting Pemilihan Ketua OSIS Sulsel yang tersedia pada komputer di masing-masing bilik suara.
Salah satu sekolah penyelenggara, SMAN 5 Makassar, mencatat 1.297 siswa terdaftar sebagai pemilih. Para siswa secara bergiliran menyalurkan hak suara melalui sistem e-voting.
Kepala SMAN 5 Makassar, Sudirman Kadir mengatakan, sebelumnya pemilihan ketua OSIS digelar bersamaan dengan pemilihan ketua ekstrakurikuler menggunakan aplikasi internal sekolah.
Namun tahun ini sistemnya menyesuaikan aplikasi Pemilihan Ketua OSIS serentak dari Disdik Sulsel dan KPU Sulsel.
Meski terdapat sejumlah kendala, pelaksanaan pemungutan suara berjalan lancar. Siswa memberikan suara menggunakan laptop setelah memperoleh kode dari panitia saat registrasi.
“Kami harapkan ke depannya, Pemilihan Ketua OSIS dapat dirangkaikan dengan pemilihan ketua ekstrakurikuler secara bersamaan,” katanya. (*)









