BLORA, KYAIMENTERI.ID — Kekeringan mulai menyulitkan warga Desa Jepangrejo, Kecamatan Blora. Merespons kondisi tersebut, Yayasan Gerakan Beramal Baik menyalurkan dua tangki air bersih kepada warga, Senin (31/8/2026).
Bantuan didistribusikan di dua titik. Satu tangki untuk warga Dukuh Jepangrejo dan satu lainnya bagi warga Dukuh Jlubang. Enam relawan diterjunkan untuk membantu proses distribusi.
Sekretaris Yayasan Gerakan Beramal Baik Ilham Nasai mengatakan, bantuan air bersih diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kemarau.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air, kepedulian harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya.
Penyaluran air bersih merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan dasar.
Menurutnya, bantuan tersebut memang sederhana, tetapi memiliki makna penting karena diberikan pada saat masyarakat membutuhkan.
BACA: Gerakan Beramal Baik Gandeng Muhammadiyah, Jangkau Desa Terdampak Kekeringan di Banyumas
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga. Yang lebih penting, semangat berbagi dan gotong royong ini dapat terus tumbuh sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” katanya.
Ilham menegaskan, Yayasan Gerakan Beramal Baik berupaya menjadikan kegiatan sosial bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan bagian dari ikhtiar untuk membangun kepedulian dan kemanfaatan bersama.
“Ketika ada masyarakat yang membutuhkan, kita berusaha hadir sesuai kemampuan yang kita miliki,” tuturnya.
Koordinator Relawan Gerakan Beramal Baik Kabupaten Blora Gunawan Trihantoro menambahkan, ketersediaan air bersih berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat.
Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, air yang layak digunakan diperlukan untuk menjaga kebersihan dan mencegah munculnya berbagai penyakit.
“Ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, kehadiran kita diharapkan dapat sedikit meringankan beban mereka,” kata Gunawan.
Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Selamet mengatakan, para relawan berupaya memastikan proses distribusi berjalan tertib dan bantuan dapat diterima langsung oleh warga.
“Bagi kami, yang paling penting adalah memastikan bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat. Air yang disalurkan diharapkan bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Selamet.
Menurut Selamet, kekeringan tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan kepedulian bersama.
“Musim kemarau mengajarkan kita bahwa air adalah sesuatu yang sangat berharga. Karena itu, kepedulian sekecil apa pun akan memiliki arti ketika dilakukan bersama-sama,” ujarnya.
Salah seorang warga, Purwanti, menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan Yayasan Gerakan Beramal Baik kepada masyarakat Jepangrejo.
“Terima kasih atas bantuan air bersih dari Yayasan Gerakan Beramal Baik. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, warga Dukuh Jepangrejo,” kata Purwanti.
Ia berharap kehadiran Yayasan Gerakan Beramal Baik dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan konsisten berbagi untuk kemaslahatan bersama.
“Harapannya, kehadiran Yayasan Gerakan Beramal Baik akan selalu memberikan manfaat dan terus berbagi untuk kemaslahatan bersama,” ujarnya.
Penyaluran air bersih tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan kekeringan membutuhkan kepedulian dan gotong royong.
Kehadiran bantuan menjadi bentuk nyata bahwa masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan tidak berjalan sendirian.









