MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, mendalami relevansi pemikiran pendidikan Islam K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyim Asy’ari dalam sidang promosi doktor Elly Oschar, Wakil Dekan III Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (12/10/2026).
Melalui dialog akademik, Mu’ti menguji gagasan integrasi kedua pemikiran tersebut bagi pengembangan pendidikan Indonesia. Mendikdasmen hadir sebagai penguji eksternal dalam sidang promosi doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana Unismuh.
“Pasti ada perbedaannya. Dan apa yang menyebabkan perbedaan itu?” tanya Mu’ti ketika meminta Elly menjelaskan latar belakang perbedaan pendekatan pendidikan kedua tokoh tersebut.
Dalam sesi pengujian, Mu’ti mengajak promovendus mendalami perbedaan dan titik temu pemikiran kedua tokoh, termasuk relevansinya dengan perkembangan lembaga pendidikan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Elly mempertahankan disertasi berjudul “Pemikiran Pendidikan Islam KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari: Studi Komparatif dan Kontribusinya Terhadap Pengembangan Pendidikan Indonesia”.
Pembahasan kemudian berlanjut pada kesinambungan pemikiran Ahmad Dahlan dan Hasyim Asy’ari dengan praktik pendidikan yang berkembang saat ini.
“Atau sudah mengalami proses diskoneksi?” tanya Mu’ti saat mendalami hubungan antara gagasan para pendiri dan perkembangan lembaga pendidikan Muhammadiyah serta NU.
Dialog tersebut menjadi ruang pertukaran pandangan mengenai sejarah, tradisi keilmuan, dan pembaruan pendidikan Islam.









