Mahasiswa PBJ Unsoed Zahra Ardya Miarti Raih Juara I Presentasi Bahasa Jepang Jateng

Penulis: Kusworo | Editor: Eko Budi Utomo
Mahasiswa PBJ FIB Unsoed Zahra Ardya Miarti meraih Juara I Lomba Presentasi Bahasa Jepang Tingkat Daerah Jawa Tengah ke-5 Tahun 2026 dan akan mewakili Jawa Tengah dalam kompetisi tingkat nasional pada November 2026.

PURWOKERTO, KYAIMENTERI.ID – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Zahra Ardya Miarti, meraih Juara I Lomba Presentasi Bahasa Jepang Tingkat Daerah Jawa Tengah ke-5 Tahun 2026. Prestasi tersebut mengantarkannya menjadi wakil Jawa Tengah dalam kompetisi tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Kompetisi yang diselenggarakan The Japan Foundation pada Sabtu (17/10/2026) itu berlangsung secara daring dengan tema “Apa yang Dimaksud dengan Kebahagiaan” (幸せとは). Zahra membawakan presentasi berjudul Shiroi Kami, Sono Tonari ni Shiawase yang berarti “Kebahagiaan di Balik Secarik Kertas Putih”.

“Saya sangat senang bisa kembali meraih Juara I secara berturut-turut. Namun, saya tidak pernah secara khusus menargetkan untuk menjadi juara dalam setiap lomba. Saya berusaha menampilkan versi terbaik dari diri saya melalui persiapan dan latihan sesuai dengan arahan Bayu sensei dan Firda sensei,” ungkap Zahra.

Zahra meraih posisi pertama setelah bersaing dengan 14 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah. Capaian tersebut melanjutkan prestasinya setelah meraih Juara I lomba presentasi bahasa Jepang di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Mei 2026.

Menurut Zahra, proses persiapan dan latihan menjadi bagian penting dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Jepang, terutama dalam menyusun naskah dan menyampaikan gagasan. Ia pun termotivasi untuk terus mengikuti lomba presentasi maupun pidato bahasa Jepang.

Dalam mempersiapkan kompetisi, Zahra mendapat pendampingan dari dua dosen PBJ Unsoed, Dian Bayu Firmansyah, S.Pd., M.Pd., dan Firda Zahratul Fuadah, S.Pd., M.Pd. Pembinaan meliputi pengembangan naskah, penyesuaian materi dengan tema lomba, serta latihan penyampaian presentasi.

Firda Zahratul Fuadah, saat dikonfirmasi pada Selasa (20/10/2026), menjelaskan bahwa kemampuan Zahra menyusun naskah yang relevan dengan tema menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilannya.

Gagasan yang disampaikan dinilai memiliki arah yang jelas sehingga memudahkan proses pembinaan dan latihan.

“Zahra memiliki kepekaan yang baik dalam menyusun naskah presentasi yang memiliki keterkaitan kuat dengan tema lomba. Kemampuan tersebut memudahkan proses pembinaan dan latihan karena gagasan yang dikembangkan sudah memiliki arah yang jelas serta relevan dengan tema yang ditentukan,” jelas Firda.

Sementara itu, Dian Bayu Firmansyah menilai Zahra memiliki karakter dan orisinalitas gagasan yang kuat dalam setiap naskah presentasinya. Ia juga mengapresiasi ketekunan Zahra yang tetap bersemangat mengikuti kompetisi meskipun pernah mengalami kegagalan.

“Zahra memiliki karakter yang kuat dalam setiap naskah yang disusun. Hal tersebut menjadi salah satu ciri yang membedakan presentasinya. Selain itu, berbagai kegagalan yang pernah dialami tidak menyurutkan motivasinya untuk mengikuti kompetisi berikutnya dengan tantangan yang lebih besar. Sikap pantang menyerah dan kesediaan untuk terus belajar merupakan modal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan potensi dan mencapai prestasi,” ungkap Bayu.

Prestasi Zahra menunjukkan pengembangan kompetensi mahasiswa PBJ FIB Unsoed melalui pembelajaran bahasa Jepang yang aplikatif. Kompetisi presentasi juga menjadi sarana untuk mengasah kemampuan menyusun argumentasi, mengomunikasikan gagasan secara sistematis, dan menyampaikan perspektif secara lisan.

Setelah meraih gelar juara tingkat Jawa Tengah, Zahra bersiap menghadapi kompetisi nasional pada November 2026. Prestasi tersebut diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi dan membawa nama Unsoed ke tingkat nasional.

Bagikan Tulisan Ini