Siswa SMPN 26 Makassar Ikut Kampanye Bijak Bermedsos

Penulis: Tony Muhammad | Editor: Eko Budi Utomo
Siswa-siswi SMP Negeri 26 Makassar, Sulawesi Selatan usai mengikuti KLIKS yang diadakan Diskominfo Kota Makassar di UPT Warroom, Gedung Balai Kota Makassar. (Foto: Dok.istimewa)

MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID – Siswa-siswi SMP Negeri  26 Makassar, Sulawesi Selatan mengikuti Kampanye Literasi Keamanan Siber (KLIKS) yang diadakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar di UPT Warroom, Gedung Balai Kota Makassar.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMP Negeri 26 Makassar, Sitti Rabiyah Nur mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengetahuan penting bagi siswa agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di ruang digital.

“Memberi pengetahuan bagaimana menggunakan media sosial dengan bijak,” kata Rabiyah, Jumat (16/102026).

Ia mengatakan para siswa yang hadir dalam kegiatan berjumlah 48 orang yang merupakan perwakilan dari kelas VII, VIII, dan IX.

Mereka mendapatkan materi tentang keamanan berinteraksi di dunia maya, penggunaan media sosial secara bijak, serta pengenalan perundungan atau bullying, termasuk yang melalui platform digital.

“Kami berharap anak-anak bisa lebih berhati-hati saat berinteraksi di dunia maya, memahami bahaya bullying online, dan tidak ikut melakukan perundungan terhadap teman-temannya,” kata Rabiyah.

Siswa mendapat edukasi tentang keamanan digital dan bullying, mulai dari perundungan fisik, verbal, sosial, cyberbullying, hingga kekerasan melalui meme (memetic violence).

Rabiyah berharap siswa semakin memahami pentingnya menjaga keamanan diri di ruang digital, menggunakan media sosial secara bijak, serta mencegah perundungan di lingkungan sekolah maupun dunia maya.

“Pemahaman ini penting agar siswa lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan tidak menganggap semua tindakan yang merugikan atau mempermalukan orang lain sebagai candaan,” ujarnya.

Sementara itu, siswa kelas VII Mansha Kayani mengaku materi yang disampaikan sangat menarik karena membahas persoalan yang dekat dengan kehidupan pelajar, terutama saat berinteraksi dengan teman maupun menggunakan media sosial.

“Kami belajar tentang bullying online dan media sosial. Kami juga dijelaskan bahwa bullying merupakan tindakan menyakiti orang lain yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang, serta bisa menimbulkan trauma bagi korbannya,” kata Mansha.

Ia menjelaskan, salah satu hal yang dipelajari adalah bahwa candaan dan perundungan memiliki perbedaan dari respons orang yang mengalaminya.

“Kalau bullying, pelakunya senang tetapi korbannya sedih. Kalau bercanda, pelaku dan orang yang diajak bercanda sama-sama merasa senang,” katanya.

Sekretaris Dinas Kominfo Kota Makassar, Daniati di Makassar, mengatakan sejumlah sekolah di Makassar dilibatkan ikut KLIKS dan menjadi langkah penting membekali pelajar dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia maya.

“Pelajar perlu memahami cara menggunakan internet secara aman dan bijak. Mereka tidak hanya harus mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga mengenali risiko yang dapat muncul di ruang digital serta mengetahui cara melindungi diri,” ujarnya.

Bagikan Tulisan Ini