BLORA, KYAIMENTERI.ID – Kemarau panjang membuat warga Desa Blungun dan Kaliputat, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, kesulitan mendapatkan air bersih. Di tengah kondisi tersebut, SMK NU Kedungtuban menyalurkan bantuan air bersih untuk meringankan beban warga sekaligus menanamkan kepedulian sosial kepada siswa.
Kepala SMK NU Kedungtuban, Mundhofar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Penyaluran bantuan itu melibatkan tenaga pengajar dan siswa, Sabtu (17/10/2026).
“Dalam situasi sulit seperti ini, kita harus tetap peduli kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami ingin hadir dan membantu meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Mundhofar.
Menurut dia, kegiatan tersebut bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami persoalan sosial di lingkungan sekitar.
Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan kemanusiaan, siswa diharapkan mampu menumbuhkan empati dan memahami pentingnya membantu sesama.
Ilmu dan keterampilan yang diperoleh di sekolah, kata Mundhofar, perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap masyarakat.
Ia menegaskan, pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi kehidupan setelah lulus.
Karena itu, siswa perlu dibiasakan peka terhadap kesulitan orang lain dan tidak bersikap acuh terhadap persoalan di sekitarnya.
“Kami berharap anak-anak didik kami kelak memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat yang kekurangan,” katanya.
Mundhofar berharap, pengalaman tersebut menjadi bekal bagi siswa ketika terjun ke tengah masyarakat. Mereka tidak hanya diharapkan memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi dunia kerja, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Melalui kegiatan sosial tersebut, SMK NU Kedungtuban berupaya menanamkan nilai gotong royong dan kemanusiaan sebagai bagian dari pendidikan di luar kelas.









