Atlet Muay Thai Asrul Rafzanjani, Siswa SMAN 3 Bone Berburu Medali Porprov Sulsel

Penulis: Tony Muhammad | Editor: Eko Budi Utomo
Muhammad Asrul Rafzanjani, siswa SMAN 3 Bone, berdiri di podium usai meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Kun Khmer 2026 di Sihanoukville, Kamboja. (Foto: Dok. Istimewa)

BONE, KYAIMENTERI.ID – Siswa kelas XII SMA Negeri 3 Bone, Sulawesi Selatan, Muhammad Asrul Rafzanjani kini menjalani latihan selama dua kali sehari untuk mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan olahraga Muay Thai, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII, November 2026.

“Alhamdulillah kami sebagai atlet sudah siap rebut medali,” kata Asrul, Selasa (13/10/2026).

Asrul lahir dan besar di Desa Kading, Kecamatan Barebbo pada 26 Juni 2008.

Ia mengaku sejak kecil senang dunia olahraga. Ketertarikannya pada bela diri mulai tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar, SD Negeri 18 Bajoe.

Di kampung halamannya, anak ketiga dari empat bersaudara dari keluarga petani yang hidup sederhana itu terus berlatih dengan penuh semangat, meski saat itu belum pernah mengikuti kejuaraan resmi.

Memasuki jenjang SMP Negeri 2 Barebbo, ia mencoba menjajaki pengalaman lebih luas dengan mempelajari karate.

Perubahan besar datang ketika Asrul memasuki kelas X di SMA Negeri 3 Bone.

Di sekolah inilah ia bertemu dengan Dani, pelatih yang memperkenalkannya pada olahraga Muay Thai.

Sejumlah kejuaraan sudah menampakkan prestasi seperti saat mengikuti Piala Pong Tiku di Toraja Utara dan meraih juara dua Muaythai One Night MKSR S1 tahun 2024, juara pertama Kejurda Boxing Makassar, juara pertama Muaythai One Night MKSR S2 dan Kejurprov Sulawesi.

Ditingkat internasional Asrul meraih juara pertama Kejurnas Khun Khmer dan Kejuaraan Dunia di Kamboja pada 2025.

Ia kembali menambah koleksi prestasinya di sejumlah kejuaraan beberapa bulan terakhir seperti meraih medali perak pada ajang MMA di Makassar, serta medali emas pada National Fight Day Khun Khmer. Juara pertama Piala Bupati Maros Muaythai dan Kejurnas IV Khun Khmer.

Terakhir, ia memperkuat Tim Indonesia di Kejuaraan Dunia Kun Khmer ke-6 yang berlangsung pada 10–13 Februari 2026 di Sihanoukville, Kamboja pada kelas Junior Putra 56–59 kilogram dan meraih medali emas.

Di tingkat regional, ia merupakan atlet binaan La-Tenritatta Muaythai/Boxing Camp di Kabupaten Bone.

Perjalanannya menuju kejuaraan dunia dipandu pelatih asal Sulawesi Selatan bernama Coach Wandi.

Asrul mengakui selama mengikuti berbagai kejuaraan, sering menghadapi kendala biaya dan administrasi.

Setiap event membutuhkan anggaran tidak sedikit, sementara kondisi ekonomi keluarganya sangat terbatas.

“Saya pernah harus tidur di masjid karena keterbatasan biaya,” katanya.

Meski kondisi tersebut tidak pernah mematahkan semangatnya untuk terus berlatih dan mengikuti ajang kejuaraan nasional maupun dunia.

“Yang penting saya bisa bertanding dan memberikan yang terbaik untuk Bone dan Indonesia,” ujarnya.

 

Bagikan Tulisan Ini