BOGOR, KYAIMENTERI.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mengunjungi SD Negeri Cirimekar 02, Kabupaten Bogor, Rabu (7/10/2026). Kunjungan tersebut untuk melihat hasil revitalisasi sekolah dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan kini memiliki ruang belajar yang lebih layak. Pembelajaran juga didukung perangkat digital berupa Interactive Flat Panel (IFP).
Di hadapan para murid, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengingatkan agar fasilitas sekolah yang semakin baik diiringi dengan semangat belajar.
“Kalau sekolahnya bagus, harus rajin belajar,” ucapnya.
Selain mengamati proses pembelajaran, Mendikdasmen dan Menko PMK turut makan bersama para siswa melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kedatangan kedua menteri disambut antusias oleh para murid. Anak-anak tampak bersemangat menyapa dan bersalaman, sekaligus menunjukkan ruang belajar mereka yang kini terasa lebih nyaman.
Kepala SD Negeri Cirimekar 02 Bagus Eko Kurniawan mengatakan kondisi sekolah sebelum direvitalisasi cukup memprihatinkan.
Sejumlah ruang mengalami kebocoran, plafon rusak berat, dan lantai mengalami kerusakan.
Melalui program revitalisasi dengan nilai bantuan Rp951.543.177, sekolah mendapat rehabilitasi tiga ruang kelas dan ruang UKS, pembangunan toilet beserta sanitasi, serta ruang administrasi.
Menurut Bagus, perbaikan tersebut berdampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar.
Guru, siswa, dan orang tua menyambut baik perubahan kondisi sekolah.
“Revitalisasi membawa dampak yang signifikan terhadap sarana dan prasarana di sekolah kami, sehingga pembelajaran di sekolah pun berjalan dengan baik,” katanya.
Salah seorang siswa kelas VI, Muhammad Ghazy Alfarizki, juga merasakan perubahan tersebut.
Ia mengaku senang dengan kondisi ruang kelas setelah diperbaiki. Suasana belajar kini terasa berbeda dibandingkan sebelumnya.
“Sekarang lebih nyaman!” ujar Ghazy.
Selain revitalisasi fisik, SD Negeri Cirimekar 02 mendapat dukungan Digitalisasi Pembelajaran berupa IFP.
Perangkat tersebut digunakan dalam proses belajar mengajar dan turut ditunjukkan kepada Menko PMK saat kunjungan.
Guru kelas V Satya Dewanta mengatakan IFP telah digunakan sekitar satu tahun, terutama untuk membantu pembelajaran IPAS.
Materi seperti bagian tubuh, bunyi, dan cahaya dapat ditampilkan secara lebih visual sehingga lebih mudah dipahami siswa.
“Mereka lebih berani mengungkapkan pendapat. Mereka lebih terpantik lagi motivasinya untuk belajar dengan adanya IFP ini,” kata Satya.









