JEPARA, KYAIMENTERI.ID — Dinding SMP Muliya atau SMP Muhammadiyah 5 Kalinyamatan, Jepara, berubah menjadi ruang ekspresi murid pada peringatan Hari Batik Nasional, Jumat (2/10/2026). Mereka membuat mural dengan motif Batik Nasional Muhammadiyah.
Kegiatan diawali Salat Dhuha berjamaah dan apel pagi. Murid kemudian dibagi dalam sejumlah kelompok untuk mengerjakan mural.
Menariknya, seluruh proses kreatif dikerjakan murid. Mulai dari menentukan ide, memilih dan membuat pola batik, hingga mewarnai mural. Guru hanya mendampingi sebagai fasilitator.
Perwakilan murid sekaligus penggerak IPM Ranting SMP Muliya, Nawang Wulan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi murid untuk menuangkan kreativitas sekaligus mengenalkan budaya batik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pelajar Muhammadiyah juga bisa berkarya dan melestarikan budaya. Melalui IPM, kami merancang konsep ini bersama-sama agar semua murid bisa menuangkan kreativitasnya secara langsung,” kata Nawang.
Waka Kesiswaan SMP Muliya Dian Larasati, S.Pd., mengapresiasi kemandirian murid dalam menggarap mural tersebut.
Kegiatan itu menjadi salah satu cara mengenalkan budaya sekaligus melatih sejumlah sikap positif.
Menurut dia bertujuan menanamkan rasa bangga terhadap budaya bangsa dan identitas batik Muhammadiyah.
“Aksi mural yang dirancang mandiri ini mengajarkan nilai kemandirian, kerja sama, kesabaran, dan kebebasan berekspresi secara positif,” ujarnya.
Dian berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kecintaan murid terhadap budaya dan membuat mereka semakin percaya diri dalam berkarya.
“Nilai yang ingin ditanamkan antara lain kemandirian, kerja sama, kesabaran, dan kebebasan berekspresi secara positif,” ujarnya. (Kontributor Novi Fitriyatun)









