JAKARTA, KYAIMENTERI.ID — Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat standar keamanan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui kerja sama strategis dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), BGN memfokuskan pembenahan pada penguatan rantai dingin (cold chain) penyimpanan dan distribusi bahan baku protein, khususnya ikan dan ayam.
Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan, kepastian kesegaran bahan baku hingga ke tingkat dapur olahan menjadi harga mati.
Ketersediaan fasilitas penyimpanan pendingin menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan agar bahan pangan tetap memenuhi standar keamanan hingga tiba di dapur MBG.
“Kami ingin semua sumber protein, baik itu ikan dan protein yang lain, kalau di KKP tentu saja domainnya adalah ikan, itu disampaikan ke dapur dalam bentuk fresh, diusahakan frozen, karena itu lebih aman ,” tegas pria yang akrab disapa Mas Dar tersebut usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) BGN–KKP di Jakarta sebagaimana dikutip kyaimenteri.id.
Selain memperkuat infrastruktur cold chain, kerja sama ini membuka pintu bagi pemanfaatan produk hilirisasi perikanan terstandar.
“Yang dimaksud fresh itu adalah dalam bentuk dingin. Beberapa kasus yang kami teliti itu adalah karena ketiadaan akses terhadap cold storage di beberapa titik, sehingga ayam yang dimasak itu bukan ayam frozen,” katanya.
Langkah ini disiapkan sebagai solusi taktis menembus wilayah dengan tantangan geografis sulit, seperti kawasan pegunungan atau pelosok terpencil.
Menurutnya, produk perikanan yang telah diolah dan dikemas juga dapat memudahkan proses distribusi ke daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis.
Dengan demikian, pemenuhan sumber protein tetap dapat dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan, kualitas, serta kemudahan penyimpanan dan distribusi.









