JAKARTA, KYAIMENTERI.ID — Pemerintah memperkuat kompetensi guru melalui berbagai program pelatihan yang didukung penuh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Langkah ini bertujuan mendukung guru sebagai pembelajar sepanjang hayat agar selaras dengan dinamika dunia pendidikan serta kebutuhan murid.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dalam penguatan kualitas pendidikan. Guru dituntut terus belajar agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik.
“Guru harus terus belajar karena dunia pendidikan terus berubah,” ujar Mu’ti.
Menurut dia, pemerintah akan meningkatkan program peningkatan kompetensi melalui berbagai pelatihan yang didukung penuh oleh APBN. Kesempatan belajar dan berkembang diharapkan dapat menjangkau semakin banyak guru.
Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi guru. Perubahan tersebut membuat kemampuan profesional guru perlu terus diperbarui agar tetap relevan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Pemerintah menempatkan peningkatan kompetensi guru sebagai investasi untuk memperkuat kualitas pembelajaran. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan metode, teknologi, dan kebutuhan murid.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nunuk Suryani mengatakan Ditjen GTK akan terus memperluas dan memperkuat program pengembangan kompetensi guru.
Program pelatihan akan dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan guru, perkembangan pendidikan, serta tantangan pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan.
“Kami di Ditjen GTK akan terus berupaya meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai program pengembangan dan pelatihan,” kata Nunuk.
Menurut dia, pemerintah ingin memastikan setiap guru memiliki kesempatan untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas. Dukungan juga akan disesuaikan dengan kebutuhan guru.
Nunuk menilai pengembangan kompetensi guru tidak berhenti pada pelatihan. Proses tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya belajar berkelanjutan di kalangan pendidik.
“Dengan guru yang terus berkembang, kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan kepada murid juga akan semakin kuat,” ujarnya.









