SD Inpres Antang I Makassar Sosialisasi Budaya Hidup Bersih Sejak Dini

Penulis: Tony Muhammad | Editor: Eko Budi Utomo
Kepala UPTD SPF SD Inpres Antang I, Andi Asriani memberi pengarahan budaya hidup bersih sejak dini kepada murid dan orangtua yang hadir. (Foto: Dok. istimewa)

MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID – UPTD SPF SD Inpres Antang 1 Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan sosialisasi dalam membangun budaya sekolah yang sehat melalui inovasi ”Ewako Cuta Salamaki”, akronim dari ‘Edukasi Wajib Anak Kompak Cuci Tangan Sehat Makan Bergizi’, kepada orang tua dan murid.

Kepala UPTD SPF SD Inpres Antang I, Andi Asriani mengatakan inovasi ini dirancang untuk membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat murid melalui kegiatan yang sederhana, menyenangkan, terukur, dan dilakukan secara konsisten.

“Program mengintegrasikan kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS), kebersihan kuku, serta pembiasaan mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang,” ujarnya, Sabtu (26/9/2026).

Selain itu, lanjut Asriani beberapa kegiatan utama lainnya seperti validasi kebersihan tangan sebelum makan, edukasi gizi melalui kegiatan edu-lunch, pencatatan perkembangan murid melalui Jurnal Kesehatan Kelas (JKK), serta pemberian apresiasi kepada murid melalui Panggung Bintang Higienis.

“Kami ingin membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat bukan hanya melalui imbauan, tetapi pembiasaan secara nyata setiap hari. Anak-anak perlu dibiasakan mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan kuku, serta memahami pentingnya makanan bergizi,” ujarnya.

Asriani mengharapkan bukan hanya anak-anak mampu melakukan cuci tangan dengan benar ketika berada di sekolah. Kebiasaan tersebut dapat mereka bawa ke rumah dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kegiatan tidak hanya berorientasi pada kebersihan fisik, tetapi juga membangun karakter disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan peduli terhadap kesehatan diri maupun lingkungan.

Guru sekaligus Pembina UKS UPTD SPF SD Inpres Antang 1, Nur Handayani, mengungkapkan bahwa penerapan inovasi tersebut memberikan perubahan positif terhadap kebiasaan murid.

“Anak-anak mulai lebih memahami bahwa kebersihan tangan dan kuku merupakan bagian penting sebelum makan,” katanya.

Nur mengatakan keberadaan Jurnal Kesehatan Kelas (JKK) juga membantu guru memantau perkembangan kebiasaan murid secara lebih teratur. Data tersebut menjadi bahan evaluasi sekolah untuk melihat perubahan perilaku murid dari waktu ke waktu.

Dampak dirasakan orang tua murid. Adalah Daisy, orang tua dari Nadhifa, murid kelas 5A, itu mengaku melihat perubahan kebiasaan anaknya setelah mengikuti program tersebut.

“Nadhifa sekarang lebih memperhatikan kebersihan tangannya sebelum makan dan lebih peduli dengan kebersihan kuku,” ungkap Daisy.

Melalui inovasi ini, UPTD SPF SD Inpres Antang 1 berupaya membangun ekosistem sekolah sehat yang melibatkan kepala sekolah, guru, murid, pembina UKS, serta orang tua.

 

Bagikan Tulisan Ini