Kemendikdasmen Salurkan Rp5,6 Triliun untuk Pulihkan Layanan Pendidikan Pascabencana Sumatra

Penulis: 
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah untuk murid sekolah terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat

JAKARTA, KYAIMENTERI.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan dukungan dana Rp5,6 triliun untuk pemulihan layanan pendidikan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Secara keseluruhan total dukungan Kemendikdasmen untuk pemulihan layanan pendidikan di tiga provinsi terdampak bencana Sumatra saat ini mencapai Rp5,6 triliun. Dari jumlah tersebut porsi terbesar kami salurkan untuk bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan total anggaran Rp3,03 triliun,” ungkap Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Pria yang akrab disapa Kyai Menteri ini mengungkapkan, hingga September 2026, sebanyak 4.922 sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah kembali melakukan pembelajaran.

Sebanyak 4.821 sekolah kembali belajar di sekolah semula, 99 sekolah belajar di Ruang Kelas Darurat (RKD), dan 2 sekolah menumpang sementara di sekolah lain.

Terkait perkembangan bantuan revitalisasi, sebanyak 3.132 sekolah telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan nilai Rp3,03 triliun. Hingga saat ini, dana yang telah tersalurkan ke rekening sekolah mencapai Rp2,63 triliun.

Penyaluran dana tahap pertama sebesar 70 persen telah tuntas untuk seluruh sekolah penerima.

Sementara itu, penyaluran dana tahap kedua sebesar 30 persen dilakukan setelah progres pekerjaan fisik bangunan mencapai minimal 50 persen.

Saat ini, terdapat 1.267 sekolah dengan nilai bantuan Rp400,5 miliar yang masih dalam proses penyaluran dana tahap kedua.

Dari sisi progres pembangunan fisik, sebanyak 562 sekolah telah menyelesaikan pembangunan 100 persen, 1.954 sekolah telah mencapai progres pembangunan di atas 50 persen, dan 616 sekolah menuju progres 50 persen.

Terkait relokasi sekolah terdampak, jelas Menteri Abdul Mu’ti, terdapat 97 sekolah yang diusulkan Kemendikdasmen untuk relokasi ke tempat yang lebih aman.

Sebanyak 34 sekolah sudah dalam tahap pembangunan dan 63 lainnya masih menunggu kepastian dan legalitas lahan.

Kemendikdasmen juga telah menyalurkan Rp315,08 miliar kepada 52.513 penerima manfaat bantuan terdampak bencana.

Selain itu, pelatihan kesiapsiagaan bencana dan pendampingan psikososial telah disiapkan dengan menjangkau 90.962 guru dengan anggaran sebesar Rp123 miliar.

“Program Indonesia Pintar (PIP) juga kami berikan kepada lebih dari 1,5 juta murid di 53 kabupaten/kota terdampak dengan anggaran Rp1,16 triliun. Dana PIP tersebut kami harapkan dapat digunakan untuk keperluan pendidikan dan selanjutnya akan disalurkan secara bertahap ke rekening murid,” ujar Mendikdasmen.

Terkait pemenuhan sarana pembelajaran, Kemendikdasmen telah menyiapkan Rp688,8 miliar, yang meliputi 206.317 paket mebel, perlengkapan sekolah untuk 260.358 murid, dan 733 paket alat permainan edukatif.

Selain itu, 1.919 paket alat olahraga, 515 paket peralatan laboratorium komputer, 259 paket laboratorium IPA, 134 unit RKD, serta buku pembelajaran sebanyak 2,09 juta eksemplar.

Untuk pendidikan vokasi, bantuan peralatan praktik senilai Rp418,5 miliar bagi 131 SMK juga sudah dilakukan penandatanganan PKS.

Sebanyak 71 lembaga kursus dan pelatihan telah menerima bantuan senilai Rp4,18 miliar dan sedang dalam proses pembelanjaan.

Selain itu, biaya operasional pemulihan bagi 822 sekolah senilai Rp17,97 miliar telah tersalur pada Mei hingga Juni 2026.

Sebagai langkah percepatan, Kemendikdasmen akan menempuh lima langkah, yakni pendampingan intensif bagi 616 sekolah revitalisasi dan mempercepat penyaluran tahap kedua revitalisasi.

Selain itu, melakukan percepatan relokasi, pengawasan terhadap penyaluran buku, sarana, dan peralatan, kolaborasi penyediaan akses aman menuju sekolah, serta membangun sekolah yang lebih aman melalui penguatan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

“Dengan semangat partisipasi semesta dan gotong royong, kami mengajak kepada seluruh pihak untuk menjadikan pemulihan layanan pendidikan di Sumatra sebagai bagian penting membangun pendidikan yang berkeadilan, berkualtias, tangguh, serta menjadi harapan para murid menjadi generasi Indonesia Emas 2025,” pungkas Mendikdasmen.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengapresiasi langkah dan seluruh capaian Kemendikdasmen dalam upaya pemulihan layanan pendidikan pascabencana Sumatra.

“Capaian dari Kemendikdasmen ini menjadi bukti bahwa pemerintah pusat tidak tinggal diam, kita bekerja keras dan terus berkolaborasi, serta hasilnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata Tito. (*)

 

Bagikan Tulisan Ini