PEKALONGAN, KYAIMENTERI.ID — Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (FEB UMPP) membahas penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG), inovasi, dan nilai-nilai Islam dalam bisnis berkelanjutan melalui Public Lecture, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan bertajuk “Sustainability for Future Business: Integrating ESG, Innovation, and Islamic Values for Sustainable Economic Growth” tersebut menghadirkan Mr. Amir Abidin Bashir Mohammed dari Faculty of Business Management & Professional Management, Management & Science University (MSU) Malaysia dan Asri Pangestika Lutfiani dari FEB UMPP.
“Keberlanjutan bukan hanya berbicara tentang bagaimana sebuah perusahaan memperoleh keuntungan, tetapi juga bagaimana bisnis mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat serta dikelola dengan tata kelola yang baik. Karena itu, mahasiswa perlu memahami ESG, inovasi, dan nilai-nilai Islam sebagai bagian dari kompetensi menghadapi masa depan,” ujar Wakil Rektor II UMPP, Sobrotul Imtikhanah saat membuka kegiatan tersebut.
Menurut Sobrotul, mahasiswa sebagai calon pelaku ekonomi perlu memahami dampak keputusan bisnis terhadap masyarakat dan lingkungan.
Wawasan tersebut juga perlu diimbangi dengan kemampuan berinovasi dan perspektif global.
Dalam Public Lecture tersebut, kedua pembicara membahas keberlanjutan bisnis dari perspektif internasional dan konteks bisnis di Indonesia.
Pembahasan mencakup penerapan ESG, inovasi dalam produk, layanan, proses, dan model bisnis, serta nilai keadilan, amanah, tanggung jawab, kemaslahatan, dan etika dalam aktivitas ekonomi.
Kegiatan berlangsung di Kampus 1 FEB UMPP, Jalan KH Mas Mansyur Nomor 2 Kota Pekalongan, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini diikuti mahasiswa FEB UMPP, mahasiswa MSU Malaysia, serta masyarakat umum.
Pelaksanaannya menggunakan metode blended melalui kegiatan luring dan zoom meeting.
Kolaborasi FEB UMPP dengan MSU Malaysia dalam kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan ekonomi dan bisnis berkelanjutan. (*)









