MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID — Sebanyak 210 santri Muhammadiyah dari kontingen Sulawesi Selatan menjalani karantina sejak 15–17 September 2026 di Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
Karantina dilakukan sebagai pemantapan akhir menghadapi Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) Ke-II di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, 21–24 September 2026.
“Kami berharap seluruh santri memanfaatkan masa karantina untuk terus berlatih dan saling mendukung sebagai satu kontingen,” kata Koordinator Karantina KSMN II Sulsel, Zainal Abidin, Rabu (16/9/2026).
Ia mengungkapkan, karantina santri ini sebagai bekal pembinaan melalui daring secara online maupun pelatihan dan tatap muka.
Kontingen Sulsel tergabung dalam 21 regu yang berasal dari delapan pesantren.
Zainal menjelaskan, selama karantina santri mengikuti pembinaan intensif setiap hari mulai pukul 04.00 dengan salat tahajud dan Subuh berjamaah, dilanjutkan outbound, tiga sesi pembekalan, hingga evaluasi malam.
Materi difokuskan pada cabang yang diperlombakan, yakni Musabaqah Hifdzil Qur’an, Tilawatil Qur’an, Dirasah Islamiyah, pidato bahasa Arab dan Inggris, story telling, ilqaul qishshah, Peraturan Baris Berbaris Variasi, serta Jelajah Alam dan Tali Temali.
“Ada 11 mentor mendampingi proses latihan,” ujarnya.
Kontingen Sulsel berasal dari Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar, Pesantren Puteri Ummul Mukminin ’Aisyiyah Makassar, dan Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang.
Juga Darul Arqam Muhammadiyah Balebo Luwu Utara, Aisyiyah Boarding School Pinrang, Darul Arqam Muhammadiyah Cece Enrekang, Darul Fallah Muhammadiyah Bissoloro Gowa, serta Muhammadiyah Boarding School Rappang.
“Ajang ini diperkirakan diikuti sekitar 1.700 peserta dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ketua LP2M PWM Sulawesi Selatan, Lukman Abd. Shamad, mengingatkan peserta agar membangun mental juara melalui tekad tinggi, keyakinan, keberanian, sikap sebagai pelaku, dan doa.
Menurutnya, kemampuan teknis harus disertai kepercayaan diri karena kemenangan tidak dapat diraih tanpa keberanian.
Wakil Ketua PWM Sulawesi Selatan sekaligus Koordinator LP2M PWM Sulsel, Mawardi Pewangi, meminta peserta menjaga kesehatan, istirahat cukup, mengurangi penggunaan telepon seluler, serta berlatih sesuai batas waktu setiap cabang lomba.
Ia mengingatkan santri agar tidak minder menghadapi peserta dari daerah lain dan tetap memperkuat ikhtiar dengan zikir, istigfar, doa, serta tawakal.
Menurut jadwal, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel akan melepas santri menggunakan kapal laut yang akan bertolak menuju Surabaya pada Jumat 18 September, kemudian melanjutkan perjalanan ke Malang.
Salah seorang peserta dari pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar, Alif Rizki Aulia, 16 tahun, mengaku senang dalam kompetisi tahun ini.
“Dua tahun lalu, saya juga pernah ikut Kemah pertama. Alhamdulillah meraih juara pertama membahas Sirah Nabawiyah,” katanya.
Kali ini dia melanjutkan kompetisi dari Dirasah Islamiyah Sirah Nabawiyah, membahas pemahaman, wawasan, dan penguasaan ilmu-ilmu keislaman. Materi lomba mencakup Alquran dan Hadis, Akidah dan Akhlak, Fikih dan Ibadah, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Pemikiran dan Wawasan Keislaman.
“Tidak hanya pelajaran akademik. Kami juga mempelajari bagaimana pola hidup mandiri. Kami dibimbing guru dan dosen-dosen dari Unismuh,” katanya kepada kyaimenteri.id. (*)









