JAKARTA, KYAIMENTERI.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong guru mengambil peran edukasi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Guru dinilai memiliki posisi strategis untuk mengenalkan pola hidup sehat kepada siswa sejak dini.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati mengatakan, guru dapat mengajarkan berbagai kebiasaan sederhana yang berdampak pada kesehatan siswa. Salah satunya mencuci tangan sebelum makan.
“Cuci tangan sebelum makan merupakan kebiasaan sederhana. Namun, ini penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan,” kata Hida di Jakarta, Minggu (6/9).
Guru juga dapat mengenalkan kandungan gizi dalam menu MBG. Dengan begitu, siswa tidak hanya menikmati makanan yang disediakan, tetapi juga memahami manfaat zat gizi terkandung di dalamnya.
Hida berharap edukasi tersebut membentuk kebiasaan positif pada siswa. Kebiasaan sehat itu tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memberikan edukasi, guru berperan memastikan makanan yang diterima siswa berada dalam kondisi baik sebelum dikonsumsi.
Makanan MBG telah melalui pemeriksaan organoleptik secara berlapis sebelum sampai ke sekolah. Pemeriksaan dilakukan mulai dari pengawas gizi, Kepala SPPG, hingga PIC sekolah.
Meski demikian, Hida berharap guru turut melakukan pemeriksaan terakhir sebelum makanan dikonsumsi siswa.
“Guru juga dapat menjadi pemeriksa organoleptik terakhir,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan guru pada tahap tersebut menjadi lapisan pemeriksaan tambahan di sekolah.
Harapannya pengawasan terhadap makanan MBG dapat dilakukan secara berkesinambungan sejak makanan dipersiapkan hingga sebelum dikonsumsi oleh siswa.
Hida menambahkan bahwa guru juga dapat mendampingi siswa selama proses makan berlangsung, termasuk mengingatkan siswa untuk mengonsumsi makanan yang telah disediakan secara baik dan tertib.
Malalui pendampingan ini pelaksanaan MBG diharapkan tidak berhenti pada pemberian makanan bergizi kepada siswa.
Program juga dapat menjadi sarana untuk membangun kesadaran dan kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.
“Keterlibatan guru sebagai pendamping sekaligus edukator dapat memperkuat manfaat MBG bagi siswa,” kata dia.









