PURWOKERTO, KYAIMENTERI.ID — Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menarik minat mahasiswa baru dari berbagai daerah di Indonesia.
Tahun ajaran baru 2026/2027, mahasiswa baru UMP tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, tetapi juga Kalimantan, Sumatera, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga daerah lainnya.
Keberagaman juga terlihat dari latar belakang keyakinan mahasiswa. Salah satunya Olivia Rambu Leki, mahasiswa baru Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi asal NTT yang non-Muslim.
Olivia mengaku sempat khawatir saat memutuskan kuliah di UMP yang berada di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Namun, kekhawatiran tersebut berangsur hilang setelah mengikuti kegiatan pengenalan kampus.
Awal masuk UMP dia ragu dan sedikit cemas terkait bagaimana saya akan beradaptasi dengan lingkungan kampus UMP yang berbasis Muslim.
“Namun, seiring berjalannya waktu, selama saya mengikuti ospek, saya merasakan adanya kebersamaan dan toleransi yang sangat bagus,” ujar Olivia saat ditemui di Purwokerto, Jumat (4/9/2026).
Menurut Olivia, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar mengenai toleransi dan saling menghargai. Ia berharap suasana tersebut terus dipertahankan sehingga UMP menjadi lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Mahasiswa dari luar Jawa lainnya adalah Andi Niswah Azilah.
Mahasiswi D4 Keperawatan Anestesiologi asal Kalimantan Timur itu memilih UMP karena program studi yang diminatinya belum tersedia di daerah asalnya.
“Saya memilih UMP karena ada anestesiologinya,” kata Niswah.
Bagi Niswah, berkuliah di UMP sekaligus menjadi pengalaman pertama tinggal dan menempuh pendidikan di Pulau Jawa. Ia mengaku senang bisa bertemu mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk mahasiswa internasional.
“Saya senang bisa bertemu teman dari berbagai daerah, dan ternyata di sini ada dari internasional juga,” ujarnya.
Sementara itu, Anjelina Halawa atau Angel, mahasiswa asal Sumatera Utara, memilih UMP karena mempertimbangkan reputasi dan akreditasi perguruan tinggi tersebut.
Angel mengatakan, lingkungan kampus menjadi salah satu hal yang membuatnya nyaman menjalani masa awal perkuliahan.
“Kesan saya di UMP itu lingkungannya nyaman, teman-temannya suportif, dan juga memiliki toleransi yang tinggi,” tuturnya.
Hal serupa dirasakan Aurell Chintya Purba, mahasiswa asal Pekanbaru, Riau, yang mengambil Program Studi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan.
Ia memilih UMP atas rekomendasi kakaknya serta karena program studi tersebut telah terakreditasi unggul dan masih relatif jarang tersedia di perguruan tinggi lain.
Sebagai mahasiswa beragama Kristen, Aurell mengaku mendapat pengalaman positif sejak pertama kali berada di lingkungan kampus.
“Kesan di sini orangnya toleransinya tinggi. Saya kan dari latar belakang Kristen, di sini Muhammadiyah, jadi toleransinya tinggi banget. Saya tetap ditemenin, diajak main juga, dicakapin duluan,” ungkapnya.
Menurut Aurell, keberagaman mahasiswa menjadi alasan penting untuk menjaga toleransi di lingkungan kampus.
“Paling utama itu toleransi, nomor satu, karena kita berbeda-beda, dari suku mana saja yang datang, dari beragam agama,” kata dia.









