LDI 2026 Dibuka, 17.115 Murid Adu Kemampuan Debat Tingkat Nasional

Penulis: 
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) resmi membuka Lomba Debat Indonesia (LDI) 2026 Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Menengah, Selasa (1/9/2026).

JAKARTA, KYAIMENTERI.ID — Sebanyak 17.115 murid tercatat mengikuti Lomba Debat Indonesia (LDI) 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Jumlah tersebut meningkat 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 12.780 pendaftar.

LDI 2026 Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Menengah resmi dibuka pada Selasa (1/9/2026). Ajang ini berlangsung secara daring pada 31 Agustus hingga 6 September 2026.

LDI menjadi ruang bagi murid untuk mengasah kemampuan debat dan komunikasi sekaligus memperkuat kemampuan berpikir kritis, logis, kepemimpinan, dan karakter.

Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan LDI bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara.

Menurutnya, ajang tersebut merupakan bagian dari ekosistem manajemen talenta yang dirancang untuk mendorong pembinaan murid secara berkelanjutan.

“LDI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari ekosistem manajemen talenta yang mendorong pembinaan talenta secara berkelanjutan,” ujar Irene dalam acara pembukaan LDI.

Penyelenggaraan LDI juga menjadi salah satu bentuk aktualisasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid.

Melalui LDI, Puspresnas memberikan ruang kepada murid untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas dalam berkomunikasi serta berdebat mengenai berbagai bidang ilmu pengetahuan. Isu-isu global yang aktual turut diangkat dalam kompetisi tersebut. Hal ini sekaligus mendorong peserta untuk memperluas wawasan dan mampu menyampaikan gagasan berdasarkan argumentasi yang logis.

LDI Tingkat Nasional 2026 diikuti perwakilan dari 38 provinsi di Indonesia. Peserta juga berasal dari Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Arab Saudi, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Kompetisi tahun ini mempertandingkan dua cabang, yakni Debat Bahasa Indonesia dan Debat Bahasa Inggris.
Masing-masing provinsi mengirimkan tiga murid untuk setiap cabang. Dengan demikian, total finalis LDI Tingkat Nasional 2026 mencapai 234 murid.

Salah satu peserta dari Sulawesi Utara, Neil Delen Walandow dari SMA Negeri 9 Manado, menargetkan prestasi terbaik pada cabang Debat Bahasa Indonesia.

Neil mengatakan persiapan bersama tim dilakukan secara intensif. Mereka memperdalam isu-isu terkini, melakukan riset, serta menjalani sparring untuk meningkatkan kesiapan menghadapi kompetisi.

“Persiapan bersama tim cukup intensif dengan memperdalam isu-isu terkini, riset, dan sparring. Target utama kami juara satu dan tentunya pengalaman dari peserta-peserta terbaik dari seluruh Indonesia lainnya,” ucap Neil.

Sementara itu, peserta asal DKI Jakarta, Allesia Keiran The dari SMA Bina Bangsa School Pantai Indah Kapuk, menilai LDI Tingkat Nasional tidak hanya menjadi ajang untuk berkompetisi.

Menurut Allesia, LDI juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk terus belajar dan mengembangkan talenta di bidang debat.

“Setiap hari kami latihan dan tim kami terus berkembang. Kami berusaha memberikan performa terbaik pada ajang LDI kali ini. Kami sangat bersyukur dengan terselenggaranya LDI Tingkat Nasional,” ungkap Allesia.

Menariknya, kesempatan pengembangan talenta tidak berhenti setelah kompetisi berakhir.

Sebanyak 15 Best Speakers LDI Tingkat Nasional 2026 pada cabang Debat Bahasa Inggris, yakni peringkat 1 hingga 15, akan memperoleh kesempatan mengikuti program pelatihan dan pembinaan MUN Academy yang difasilitasi oleh International Global Network.

Dari 15 peserta tersebut, nantinya akan dipilih tiga peserta terbaik untuk menjadi delegasi Indonesia pada AYIMUN 24 Malaysia.

Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15-18 Januari 2027.

Kesempatan mengikuti program lanjutan ini menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pengembangan talenta murid. Prestasi yang diraih dalam LDI diharapkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi berlanjut melalui pengalaman dan pembinaan di tingkat internasional.

Kemendikdasmen melalui Puspresnas pun terus mendorong lahirnya murid yang tidak hanya unggul dalam kompetisi.
Lebih dari itu, para peserta diharapkan mampu berpikir kritis, menyampaikan gagasan secara logis, memiliki wawasan luas, serta mampu merespons berbagai persoalan di tingkat nasional maupun global.

Melalui LDI 2026, pengembangan talenta di bidang debat diharapkan semakin berkelanjutan dan membuka lebih banyak kesempatan bagi murid Indonesia untuk mengembangkan potensi serta membawa gagasan mereka ke tingkat yang lebih luas. (*)

Bagikan Tulisan Ini