Keterbatasan Fasilitas Tak Halangi SDN 3 Belik Kirim Atlet ke POPDA Jateng 2026

Penulis: K Hayat | Editor: Budi Supriyantoro
Atika, murid SD Negeri 3 Belik merupakan bagian dari kontingen yang berlaga pada POPDA Jateng 2026 yang berlangsung di GOR Jatidiri, Semarang pada 1–6 September 2026. [foto/ist.]

PEMALANG, KYAIMENTERI.ID – Keterbatasan fasilitas olahraga bukan menjadi alasan bagi SD Negeri 3 Belik, Kabupaten Pemalang, untuk berhenti menggali dan mengembangkan potensi siswanya. Sekolah di wilayah Kecamatan Belik itu justru berhasil mengantarkan salah satu atlet ciliknya, Atika, tampil dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026.

Atika menjadi bagian dari kontingen yang berlaga pada POPDA Jateng 2026 yang berlangsung di GOR Jatidiri, Semarang, 1–6 September 2026.

Kepala SD Negeri 3 Belik, Taryono, mengatakan keikutsertaan Atika dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Jawa Tengah tersebut berawal dari kepedulian sekolah dalam mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki para siswa.

Menurut Taryono, sekolah berupaya melihat potensi anak dari berbagai aktivitas keseharian. Meski SDN 3 Belik belum memiliki klub atletik, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat sekolah untuk mencari dan membina bibit atlet dari lingkungan sekolah.

“Sekolah kami berada di Kecamatan Belik, daerah pinggiran, dan tidak memiliki klub atletik. Namun, saya melihat ada potensi siswa. Anak-anak yang setiap hari berjalan kaki menuju sekolah tentu ada yang bisa dikembangkan,” ujar Taryono, Rabu (3/9/2026).

Ia menjelaskan, kebiasaan siswa berjalan kaki menuju sekolah menjadi salah satu hal yang dapat diamati untuk mengenali potensi fisik dan bakat olahraga mereka. Dari pengamatan tersebut, sekolah kemudian memberikan perhatian dan dukungan kepada siswa yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang.

Atika menjadi salah satu siswa yang mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuannya. Proses pembinaan dan dukungan yang diberikan sekolah akhirnya membuka jalan bagi Atika untuk tampil membawa nama daerah dalam POPDA Jawa Tengah 2026.

Bagi SDN 3 Belik, keikutsertaan Atika di tingkat provinsi bukan sekadar pencapaian dalam bidang olahraga. Kehadiran Atika di arena POPDA menjadi bukti bahwa potensi dan prestasi anak dapat tumbuh dari sekolah yang memiliki keterbatasan sarana sekalipun.

Taryono pun menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembinaan dan keberangkatan Atika mengikuti POPDA Jateng 2026.

“Terima kasih kepada kepala desa, Camat Belik, serta Koordinator Wilayah Kecamatan (KWK) Belik yang telah memberikan dukungan terhadap pembinaan dan keberangkatan Atika,” ungkapnya.

Menurutnya, dukungan pemerintah dan masyarakat memiliki arti penting bagi perkembangan anak. Dukungan tersebut tidak hanya membantu proses pembinaan, tetapi juga memberikan motivasi agar siswa berani mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi.

Kisah Atika diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya di SDN 3 Belik maupun sekolah-sekolah di daerah. Prestasi tidak selalu harus lahir dari sekolah dengan fasilitas olahraga yang lengkap.

Dengan kemauan, perhatian guru, dukungan orang tua, serta kepedulian pemerintah dan masyarakat, potensi anak-anak di daerah tetap dapat dikembangkan. Dari sekolah di wilayah pinggiran pun, bibit-bibit atlet berprestasi dapat tumbuh dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi. (*)

 

 

Bagikan Tulisan Ini