Survei Nasional: Kepuasan Publik di Bidang Pendidikan Tertinggi, Capai 63,9 Persen

Penulis: 
Kehadiran SNT 09 Gowa menjadi simbol harapan baru bagi pemerataan mutu pendidikan di Sulawesi Selatan menuju Indonesia Emas 2045. (foto ilustrasi)

JAKARTA, KYAIMENTERI.ID — Bidang pendidikan menjadi sektor dengan tingkat kepuasan publik tertinggi terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ini terungkap dalam survei nasional tatap muka Poltracking Indonesia yang digelar pada 14–20 Agustus 2026.

Sebanyak 63,9 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah di bidang pendidikan. Sementara itu, 29,6 persen menyatakan tidak puas.

Pendidikan menjadi sektor dengan tingkat kepuasan tertinggi dibanding enam bidang lain yang diukur dalam survei tersebut.

Setelah pendidikan, tingkat kepuasan tertinggi tercatat pada bidang sosial budaya sebesar 63,7 persen, kesehatan 62,6 persen, serta pertahanan dan keamanan 61,6 persen.

Survei dilakukan terhadap 1.220 responden di 38 provinsi.

Pengambilan sampel menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan wawancara tatap muka. Margin of error tercatat ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Selain kepuasan terhadap sektor pendidikan, sejumlah indikator sosial juga mendapat penilaian positif.

Sebanyak 72,5 persen responden menilai pemerintah mampu menjaga kerukunan antarumat beragama.

Kemudian, 64 persen menilai pemerintah mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sementara 63,8 persen memberikan penilaian positif terhadap aspek keamanan.

Sementara itu, institusi kepresidenan yang mencakup Presiden dan Wakil Presiden, secara umum, sebanyak 63,2 persen responden menyatakan percaya terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran.

Adapun tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan secara keseluruhan berada di angka 55,1 persen.

Poltracking mencatat tekanan ekonomi menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian. Sebanyak 55,6 persen responden menilai harga kebutuhan pokok belum terjangkau dalam sebulan terakhir.

Bidang ekonomi juga menjadi satu-satunya sektor yang mencatat tingkat kepuasan di bawah 50 persen, yakni 41,8 persen.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR dalam rilisnya mengatakan, temuan tersebut merupakan potret terbaru persepsi publik berdasarkan survei yang dilakukan pada pertengahan Agustus 2026.

Menurut dia, persepsi publik masih sangat mungkin berubah seiring perkembangan isu dan kebijakan yang ditempuh pemerintah.

Survei Poltracking Indonesia tersebut merupakan survei nasional tatap muka dengan periode pengambilan data 14–20 Agustus 2026.

Hasil survei dirilis di Jakarta pada 31 Agustus 2026 dengan tajuk Membaca Tren Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo–Gibran.

Bagikan Tulisan Ini