KYAIMENTERI.ID – Ada pengalaman menarik yang diceritakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat mengikuti program International Visitor Leadership Program (IVLP) yang diselenggarakan Pemerintah Amerika Serikat (USA).
Salah satu rangkaian program tersebut adalah home stay, yakni peserta tinggal bersama keluarga Amerika untuk saling mengenal sekaligus memahami budaya masing-masing negara.
Abdul Mu’ti yang akrab disapa Kyai Menteri Mu’ti mengaku pernah tinggal selama tiga hari bersama keluarga John O’Connor di Illinois, Amerika Serikat.
“Selama tiga hari tinggal bersama keluarga Amerika. Saya tinggal di keluarga John O’Connor di Illinois. Tujuannya untuk saling mengenal dan memahami budaya Amerika dan Indonesia,” ujar Kyai Menteri Mu’ti.
Berbincang Saat Makan Malam
Kyai Menteri Mu’ti menceritakan, dirinya tiba di rumah keluarga John pada siang hari. Malam harinya, mereka kemudian berbincang santai sambil menikmati makan malam.
Percakapan berkembang dari cerita tentang keluarga hingga kondisi kedua negara.
Menurut Kyai Menteri Mu’ti, keluarga John O’Connor merupakan keluarga berada. Mereka tinggal di rumah besar dengan tiga lantai. Selain itu, keluarga tersebut juga memiliki latar belakang pendidikan yang baik.
Namun, ada satu hal yang membuat Kyai Menteri Mu’ti terkejut. Di balik kehidupan mereka yang berkecukupan dan berpendidikan, keluarga tersebut ternyata tidak mengetahui keberadaan Indonesia.
“Tuan Mu’ti, mohon maaf atas kebodohan saya,” kata John mengawali percakapan.
Kyai Menteri Mu’ti mengaku kaget mendengar pernyataan maaf tersebut.
“Perihal apa, Tuan?” tanyanya penasaran.
John kemudian menjelaskan bahwa sebelum Kyai Menteri Mu’ti datang, dirinya bahkan tidak mengetahui ada sebuah negara bernama Indonesia.
“Sebelum Anda datang ke sini, saya tidak tahu ada negara bernama Indonesia. Saya baru tahu setelah menerima surat dari Washington mengenai Anda yang akan tinggal di sini beberapa hari,” ujar John.
Istri John yang turut menemani makan malam pun mengaku memiliki pengetahuan yang sama.
“Saya juga tidak tahu,” cetus ibu John.
Kyai Menteri Mu’ti memilih diam dan tidak langsung merespons pengakuan tersebut.
Indonesia Ternyata Negara Besar
John kemudian mengaku baru mengetahui lebih jauh tentang Indonesia setelah melihat peta dunia.
“Setelah saya lihat peta dunia. Ternyata negara Anda sangat besar,” kata John.
Kyai Menteri Mu’ti pun mulai menjelaskan tentang Indonesia. Ia menyebut Indonesia sebagai negara besar dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan wilayah yang membentang luas.
“Ya. Indonesia negara yang sangat besar. Penduduk nomor empat di dunia. Luas wilayah jutaan kilometer. Hampir sama dengan USA, Indonesia memiliki tiga zona waktu,” tutur Kyai Menteri Mu’ti.
Penjelasan itu membuat ibu John terheran-heran.
“Wow,” responnya.
Percakapan malam itu pun berlanjut. Kyai Menteri Mu’ti semakin banyak bercerita mengenai Indonesia, mulai dari kondisi geografis hingga berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan masyarakatnya.
Keluarga John tampak semakin heran dengan berbagai informasi yang baru mereka ketahui.
Sebuah Pertanyaan tentang Indonesia
Pengalaman tersebut membuat Kyai Menteri Mu’ti akhirnya semakin percaya diri bercerita tentang Indonesia. Namun, di balik itu, terselip sebuah pertanyaan yang menggelitik pikirannya.
Ia sempat bertanya-tanya, bagaimana mungkin keluarga John yang memiliki pendidikan baik dan kehidupan yang berkecukupan tidak mengetahui Indonesia?
“Bagaimana Pak John dan istri tidak tahu Indonesia. Apa karena tidak pernah belajar? Atau karena Indonesia memang negara yang tidak dikenal dunia karena tidak ada prestasi?” gumam Kyai Menteri Mu’ti dalam hati.
Pertanyaan tersebut kemudian ia lemparkan kepada pembaca untuk direnungkan.
“Mungkin pembaca tahu kenapa?” tuturnya.
(Disadur dari buku berjudul Guyon Maton karangan Abdul Mu’ti, cetakan II: Oktober 2022)









