MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID — Thailand menjadi salah satu negara yang terus diperkuat sebagai pintu mobilitas mahasiswa melalui program KKN, magang, pertukaran mahasiswa, hingga kegiatan akademik di lingkup civitas akademika Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Wakil Rektor I Unismuh Makassar Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum, menargetkan sedikitnya 600 mahasiswa Unismuh Makassar diberi kesempatan belajar atau membangun koneksi dan memperoleh pengalaman pembelajaran internasional tahun depan.
Perluas Wawasan dan Kompetensi
“Internasionalisasi tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi indikator akreditasi maupun pemeringkatan perguruan tinggi. Yang lebih penting adalah memberikan pengalaman yang dapat memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi mahasiswa,” katanya di Makassar, pada Jumat (28/8/2026).
Wakil rektor yang akrab disapa Prof Andis itu mengatakan, melalui kemitraan dunia internasional, dapat membuka ruang lebih luas bagi dosen untuk mengembangkan joint research, sekaligus mendorong pengembangan berbagai skema akademik, termasuk kemungkinan program double degree.
“Perkembangan dunia pendidikan, termasuk kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menuntut mahasiswa memiliki kompetensi yang semakin adaptif dan mampu berinteraksi dalam lingkungan global,” ujarnya.
Pendidikan Hubungkan Masyarakat Lintas Negara
Sebelumnya, di Unismuh Makassar berlangsung General Lecture bersama Manager Darul Hikmah School Thailand sekaligus Vice President Persatuan Alumni Indonesia Thai (PERSAIT), Aminah Chumah.
Cara berlangsung di Ruang Teater I-GIFt Lantai 2, Kampus Unismuh Makassar, pada Kamis, 13 Agustus 2026 lalu.
Dalam General Lecture bertema “Beyond the Borders: Building Sustainable Education Ecosystems: School, University, Alumni, Teachers, and Youth”, Aminah menekankan pentingnya pendidikan sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat lintas negara.
Aminah yang menjadi salah satu mitra yang membantu menghubungkan dan mengatur penempatan mahasiswa Unismuh di sekolah-sekolah di Thailand, dalam kunjungan kali ini menjadi momentum memperkuat kerja sama yang telah berjalan dan membuka peluang program baru.
Aminah mengatakan, batas negara dapat saja memisahkan masyarakat secara geografis, namun pendidikan dapat mempertemukan generasi muda untuk membangun masa depan bersama.
Ia pun berbagi pengalaman dalam mengembangkan Darul Hikmah School di Thailand Selatan, termasuk tantangan meningkatkan kualitas guru, mengembangkan metode pembelajaran, dan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Penyesuaian Kebutuhan dan Kesiapan Sekolah
Aminah mengungkapkan, perlu memperoleh informasi lebih awal mengenai jumlah, program studi, dan profil mahasiswa agar dapat menghubungkan mereka dengan sekolah yang sesuai di Thailand.
Sejumlah bidang yang banyak dibutuhkan sekolah mitra antara lain Bahasa Inggris, Bahasa Arab, serta Islamic Studies.
Peluang internasional juga terbuka bagi mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah), Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar.
Kerjasama Unismuh dengan Sekolah di Thailand
Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mulai menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Batch 2 di Thailand Selatan pada Juni 2026 lalu.
Mahasiswa terbagi 11 lokasi penempatan meliputi Rachprachanukhroh School, Darulhikmah School, Bribanthaweewutcitpakdee School, Darul Islah School, Chaerun Wittayanusorn School, Islam Burapha School, Ban Tanyong School, Mattayom Sungai Padi School, Iqra Islam Wittaya School, Samanmit Wittaya School, dan Narawit Islam School, yang berada di Narathiwat dan Yala.
Selama satu bulan, mereka menjalankan program antara lain pengajaran bahasa, pendidikan karakter, penguatan literasi digital, pemanfaatan teknologi pendidikan, dan literasi keuangan.
Juga kewirausahaan, pengelolaan lingkungan, pertanian berkelanjutan, serta penerapan teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan sekolah dan komunitas setempat.
Kegiatan yang dikelola Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh ini bertujuan memberikan wawasan global serta memperkuat jejaring pendidikan internasional Indonesia-Thailand.
Kendala Bahasa Lokal
Dalam sesi diskusi, memunculkan gagasan agar mahasiswa Ahwal Syakhshiyah dapat mengikuti magang internasional pada lembaga yang memiliki keterkaitan dengan bidang keilmuannya.
Aminah pun bersedia menghubungkan mahasiswa dengan Majelis Agama di Thailand.
Sementara untuk penempatan pada lembaga hukum formal, menurutnya, terdapat tantangan bahasa karena aktivitas kelembagaan umumnya menggunakan bahasa Thai.
Peluang tersebut dinilai strategis karena program KKN, magang, dan pertukaran mahasiswa di luar negeri dapat menjadi instrumen penguatan kompetensi lulusan sekaligus memberi pengalaman akademik dan sosial yang berbeda.
Para Mahasiswa yang memanfaatkan program KKN Internasional itu biasanya mengisi kegiatan dengan dakwah, silaturahmi, dan dialog keislaman bersama masyarakat Muslim seperti di kawasan Tanyong, Pattani.
Mahasiswa ini tidak hanya memperkenalkan nilai-nilai Islam berkemajuan, tetapi juga membangun hubungan persaudaraan antara masyarakat Muslim Indonesia dan Thailand Selatan.
Pengalaman Perkenalkan Muhammadiyah
Salah seorang peserta KKN Internasional, Erwin yang ditempatkan di Ban Tanyong School, Pattani, menggelar kegiatan silaturahmi dan penguatan komunikasi dakwah bersama tokoh agama, imam masjid, serta masyarakat setempat.
Dalam pertemuan di masjid di kawasan Tanyong, Erwin memperkenalkan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Ia juga menjelaskan sejarah berdirinya Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan pada 1912, konsep Islam berkemajuan yang menjadi landasan gerakan, serta perkembangan berbagai amal usaha Muhammadiyah di Indonesia.
“Dialog berlangsung hangat dan interaktif,” kata Erwin.
Erwin mengatakan bahwa masyarakat tidak hanya menanyakan tentang Muhammadiyah, tetapi juga menunjukkan ketertarikan terhadap sistem pendidikan Islam di Indonesia, peran generasi muda dalam dakwah, serta kontribusi perguruan tinggi Islam dalam pembangunan masyarakat yang maju dan berdaya saing.
Menurut Erwin, kegiatan ini memberikan kesempatan menyampaikan materi secara komunikatif agar mudah dipahami.
“Ini memberikan interaksi langsung dengan masyarakat Thailand Selatan, dan memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami budaya lokal, memperluas wawasan keislaman, serta mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya yang semakin penting di era global,” katanya.
Program PPL dan KKN
Unismuh kembali melepas 16 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Agama Islam (FAI), untuk mengikuti Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand.
Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr. Burhanuddin mengatakan, program tersebut tidak hanya dirancang untuk memberikan pengalaman praktik pendidikan dan pengabdian lintas negara.
“Mahasiswa juga diarahkan menghasilkan luaran akademik berupa publikasi penelitian dan dua buku dari rangkaian kegiatan internasional tersebut,” kata kata Burhanuddin sebelum melepas keberangkatan mahasiswa didampingi Dekan FAI Unismuh Makassar, Dr. Amirah Mawardi, jajaran pimpinan fakultas, program studi, dan dosen pendamping, di ruang rapat lantai 16 Gedung Iqra, Kampus Unismuh Makassar pada Kamis 27 Agustus lalu. (*)









