Gerakan Beramal Baik Gandeng Muhammadiyah, Jangkau Desa Terdampak Kekeringan di Banyumas

Penulis: 
Yayasan Beramal Baik menggandeng Muhammadiyah untuk menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di wilayah Kabupaten Banyumas.

BANYUMAS, KYAIMENTERI.ID — Yayasan Beramal Baik menggandeng Muhammadiyah untuk menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di wilayah Kabupaten Banyumas.

Sejumlah unsur Muhammadiyah yang diajak berkolaborasi untuk mempercepat distribusi bantuan air bersih itu meliputi Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banyumas, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lazismu, serta Pengurus Daerah (PD) Aisyiah Banyumas.

Selasa (25/8/2026), distribusi bantuan air bersih menyasar ratusan Kepala Keluarga (KK) di wilayah Kecamatan Sumpiuh, meliputi Kelurahan Kebokuro, Desa Karanggedang, Kemiri, Kradenan dan Nusadadi.

Didistribusikan di Tiga Kecamatan

Selain di Kecamatan Sumpiuh, bantuan serupa juga disalurkan untuk warga terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Ajibarang dan Gumelar.

Di wilayah Kecamatan Ajibarang, bantuan air bersih didistribusikan untuk warga Desa Jingkang, Grumbul Kalisari dan Grumbul Karangnangka.

Sedangkan di wilayah Kecamatan Gumelar, bantuan air bersih dibagikan kepada warga di Desa Samudera, Samudera Kulon dan Desa Telaga.

Bantuan tersebut disambut antusias warga. Salah seorang warga Desa Kemiri, Badriyah mengungkapkan, dampak kemarau tahun ini terasa lebih parah.

Kondisi itu sudah dirasakan sejak bulan Juni lalu. “Tahun ini terasa lebih parah. Sumur warga mengering,”kata Badriyah.

Harus Hemat Air

Menurut Badriyah, karena minimnya stok air bersih,  dirinya harus benar-benar berhemat. Sebab baginya, air bersih tidak hanya digunakan untuk keperluan memasak maupun kebutuhan rumah tangga lainnya.

Dia juga harus memastikan cucunya yang masih duduk di kelas 3 SD dapat mandi sebelum berangkat sekolah.

Ketua PDPM Banyumas, Subhan Purno Aji mengungkapkan, kolaborasi Yayasan Beramal Baik dengan PDPM, MDMC, Lazismu, serta PD Aisyiah Banyumas, sangat membantu warga terdampak kekeriangan.

Gerakan Beramal Baik Jadi Penggerak

“Ini memang bukan kerja satu lembaga, tetapi bentuk kerjasama. Gerakan Beramal Baik menjadi penggerak utama dalam penggalangan dana dan logistik, Ortom (Organisasi Otonom,red) menguatkan jaringan di lapangan, memetakan titik penerima bantuan, serta mengawal distribusi,”kata Subhan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas per 13 Agustus 2026,  sebanyak 39 desa/kelurahan telah menerima distribusi air bersih dengan total mencapai 1,311 juta liter.

Sedangkan data per 10 Agustus 2026 menyebutkan, kekeringan telah berdampak terhadap 28.222 jiwa atau 8.371 KK di Banyumas. (*)

 

Bagikan Tulisan Ini