PASAMAN BARAT, KYAIMENTERI.ID – Keresahan sebagian pegawai BRI Simpang Empat terkait hukum bunga bank menjadi perhatian dalam acara tasyakuran dan evaluasi kerja yang digelar di Hotel Mercure Padang, Minggu (23/8).
Kekhawatiran itu bahkan membuat beberapa pegawai memilih mengundurkan diri.
Mereka ragu aktivitas perbankan, terutama yang berkaitan dengan bunga, masuk kategori haram.
Ada pula yang merasa penghasilan dari pekerjaan tersebut belum tentu membawa keberkahan.
Kepala Cabang BRI Simpang Empat Pudji Djoko Triyono mengatakan, kegiatan tahunan tersebut tidak sekadar menjadi ajang syukuran atas capaian kinerja.
Tahun ini, pihaknya sengaja menghadirkan tokoh agama untuk memberikan pemahaman kepada pegawai mengenai persoalan bunga bank.
“Kami ingin menghadirkan tokoh agama yang bisa menjelaskan persoalan ini, sehingga pegawai dapat bekerja lebih tenang,” kata Pudji.
Masih Wilayah Ijtihad
Dalam kegiatan itu, BRI Simpang Empat menghadirkan Buya Anggi Wahyu Ari, Pimpinan Muhammadiyah Kota Padang.
Ia menyampaikan pandangan tentang hukum bunga bank dan pekerjaan di lembaga perbankan.
Menurut Buya Anggi, keharaman bunga bank masih berada dalam wilayah ijtihad dan perdebatan ulama.
Karena itu, pegawai bank tidak perlu memahami persoalan tersebut secara tergesa-gesa, apalagi mengambil keputusan besar tanpa berkonsultasi kepada ahli agama.
“Masalah seperti ini perlu ditanyakan kepada ahli yang tepat. Jangan sampai seseorang membuat keputusan sendiri, lalu akhirnya menyusahkan diri dan keluarganya,” kata Buya Anggi.
Bank sebagai Penggerak Ekonomi
Buya Anggi menilai bank memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Ia mencontohkan BRI yang banyak memberi kredit kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Menurutnya, peran itu memberi dampak besar bagi ekonomi umat. Melalui layanan tabungan dan pinjaman, bank membantu masyarakat menyimpan uang, mengembangkan usaha, dan memenuhi kebutuhan ekonomi.
Ia juga mengutip pandangan yang sering dinisbatkan kepada sahabat Nabi bahwa sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada pada perdagangan. Dalam konteks itu, bank ikut mendukung ekosistem ekonomi masyarakat.
Bekerja dengan Niat Ibadah
Buya Anggi mendorong pegawai bank bekerja dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, seseorang tidak cukup mengukur pekerjaan dari uang, tetapi juga dari manfaat yang ia berikan kepada orang lain.
Ia mengatakan, pegawai bank dapat meniatkan pekerjaannya untuk membantu sesama, menafkahi keluarga, dan beribadah kepada Allah.
“Bekerjalah dengan sepenuh hati. Insyaallah gaji yang diterima halal jika pekerjaan itu diniatkan untuk membantu sesama, menafkahi keluarga, dan menjadi bagian dari ibadah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BRI Simpang Empat ingin menguatkan pegawai agar lebih mantap menjalankan tugas.
Selain menjadi tasyakuran atas capaian kinerja, acara tersebut juga memberi ruang evaluasi dan penguatan moral agar pegawai bekerja lebih tenang, percaya diri, dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.









