SERANG, KYAIMENTERI.ID – SMK Muhammadiyah Kota Serang menerapkan program semester pendek bagi siswa yang telah dinyatakan lulus, tetapi belum mampu membaca Al-Qur’an atau belum menguasai kompetensi dasar sesuai bidang keahliannya.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari syarat penyelesaian studi agar persoalan kemampuan membaca Al-Qur’an maupun keterampilan dasar vokasi tidak terbawa hingga penerbitan ijazah.
Kepala SMK Muhammadiyah Kota Serang Harapan mengatakan, program pembinaan itu dilaksanakan sekitar tiga bulan sebelum pembagian ijazah.
Siswa yang belum menguasai kompetensi dasar sesuai jurusan maupun belum mampu membaca Al-Qur’an akan mendapat pendampingan hingga dinyatakan memenuhi standar sekolah.
“Siswa yang belum menguasai keterampilan dasar sesuai jurusan dan yang belum bisa membaca Al-Qur’an wajib mengikuti semester pendek,” ujar Harapan, Jumat (21/8/2026).
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sekolah sebagai lembaga pendidikan Muhammadiyah.
Selain menyiapkan lulusan yang siap bekerja, sekolah juga memastikan setiap peserta didik memiliki kemampuan dasar dalam membaca Al-Qur’an.
Harapan menegaskan, sekolah tidak akan menerbitkan ijazah maupun surat keterangan lulus apabila siswa belum menyelesaikan kewajiban tersebut.
“Mereka harus menguasai materi yang menjadi syarat sebelum dinyatakan lulus,” katanya.
Saat ini, SMK Muhammadiyah Kota Serang memiliki satu kompetensi keahlian, yakni Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB).
Meski kerap dipandang sebagai jurusan yang persaingannya tinggi, peminatnya dinilai tetap stabil setiap tahun.
Pembelajaran di jurusan MPLB berfokus pada keterampilan administrasi perkantoran, pengelolaan dokumen, pengoperasian komputer, hingga tata naskah dan surat-menyurat yang masih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.









