SDIT Insanul Quran Kota Serang Bangun Budaya Berbahasa Inggris dari Kebiasaan Sehari-hari

Penulis: Ahmad Herdi | Editor: Eko Budi Utomo
Murid dan guru foto bersama usai acara SDIT Insanul Quran Kota Serang (foto : istimewa)

SERANG, KYAIMENTERI.ID – Belajar bahasa Inggris tidak berhenti di ruang kelas. Di SDIT Insanul Quran Kota Serang, bahasa Inggris mulai dibiasakan dalam aktivitas sehari-hari.

Siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga pedagang kantin didorong untuk menggunakan bahasa Inggris dalam berinteraksi di lingkungan sekolah.

Pembiasaan tersebut menjadi upaya sekolah membangun lingkungan pendidikan berkonsep Kampung Inggris seperti yang berkembang di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Program tersebut diterapkan melalui metode Bilingual School Assessment (BSA).

Melalui pendekatan ini, bahasa Inggris tidak hanya dipelajari sebagai mata pelajaran, tetapi juga dibangun sebagai bagian dari budaya sekolah.

Kepala SDIT Insanul Quran, Ruba’i, mengatakan pembiasaan tersebut menjadi salah satu program unggulan sekolah untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa asing sejak usia dini.

“Target kami anak-anak bisa berbicara bahasa Inggris dengan percaya diri. Karena itu, suasana berbahasa Inggris kami bangun di seluruh lingkungan sekolah, bukan hanya di dalam kelas,” katanya, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, pembelajaran dilakukan secara bertahap mulai dari reading, listening, hingga speaking.

Sekolah juga menggandeng tenaga pengajar dari Kampung Inggris Pare untuk memperkuat penerapan program tersebut. Anak-anak sejak awal dikenalkan membaca, mendengar, kemudian berbicara.

“Lingkungan menjadi faktor penting sehingga pembelajaran tidak berhenti saat jam pelajaran selesai,” ujarnya.

Meski mengembangkan pendidikan bilingual, Ruba’i menegaskan karakter sekolah sebagai lembaga pendidikan Islam tetap menjadi prioritas.

Pembelajaran bahasa Inggris dipadukan dengan pendidikan Al-Qur’an dan tahfiz, dengan target setiap siswa menghafal satu juz setiap tahun hingga mampu menyelesaikan enam juz saat lulus sekolah dasar.

Pengelola Yayasan Al Hasaniyyah, Raziansyah Hasani, mengatakan konsep sekolah ala Kampung Inggris diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa depan sekaligus tetap menjaga nilai-nilai keislaman.

“Kami ingin menghadirkan sekolah Islam yang melahirkan generasi Qurani sekaligus mampu berkomunikasi dalam bahasa internasional,” katanya.

Pengembangan program bilingual tersebut mendapat pendampingan dari Ahmad Ufuwan, salah satu pendiri AILS sekaligus pengembang metode BSA.

Pendampingan ini diharapkan dapat mendorong lulusan memiliki kemampuan bahasa Inggris pada level 3 hingga 4 sejak jenjang sekolah dasar.

Saat ini, SDIT Insanul Quran yang berlokasi di Jalan Ki Buyut Kijeng Dalem, Lingkungan Panggung Jati Timur, Kelurahan Panggung Jati, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, telah menyiapkan tiga ruang kelas untuk siswa kelas 1 hingga kelas 3.

Sekolah juga menyediakan Beasiswa Kader Qur’an bagi 10 siswa yang memenuhi persyaratan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan berbasis Al-Qur’an.

Bagikan Tulisan Ini