‘Fun Sunday With Literacy’ Hadirkan Keceriaan Anak dan Edukasi di Tengah CFD Makassar

Penulis: Tony Muhammad | Editor: Syaifudin
Anak-anak sekolah usia PAUD, TK, SD sampai SMP yang datang belajar dan membaca bersama di perpustakaan keliling saat Car Free Day (CFD) akhir pekan di Jalan Boulevard, Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (16/8/2026). (Foto: Tony Muhammad)

MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID – Dinas Perpustakaan Kota Makassar kembali menghadirkan ‘Fun Sunday With Literacy’ di kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Boulevard, Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (16/8/2025).

Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Dr. Aryati Puspasari Abady, S.Pi., M.Si mengatakan, program Fun Sunday with Literacy itu merupakan komitmen Dinas Perpustakaan Kota Makassar untuk menghadirkan layanan perpustakaan berupa penyediaan Mobil Perpustakaan Keliling.

“Agar mudah diakses masyarakat, sekaligus menjadikan ruang publik sebagai sarana edukasi, rekreasi, dan penguatan budaya literasi,“ katanya di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (16/8/2026).

Hadirkan Beragam Aktivitas Edukatif

Acara ini lanjut Aryati rutin berlangsung di waktu akhir pekan, atau pada hari Minggu, buka mulai 06.30-09.00 WITA.

Melalui layanan Mobil Perpustakaan Keliling, masyarakat dapat menikmati berbagai koleksi yang dapat dibaca langsung di lokasi.

“Banyak anak-anak sekolah usia PAUD, TK, SD sampai SMP yang datang, umumnya mereka diantar bersama orangtuanya yang juga sedang berolahraga jalan kaki,” katanya.

Kegiatan ini juga menghadirkan beragam aktivitas edukatif dan menyenangkan yang dirancang khusus untuk anak-anak sehingga suasana literasi menjadi lebih interaktif dan penuh keceriaan.

“Saat ini ada dua mobil perpustakaan keliling yang hadir di setiap CFD hari Minggu. Kegiatan ini diharapkan menarik minat orang tua untuk membawa anaknya ke mobil layanan kami,” ujarnya.

Hadirkan Buku Bacaan dan Pendongeng

Uniknya, keberadaan mobil perpustakaan keliling tidak hanya menyediakan buku-buku untuk dibaca, tetapi juga dihadirkan seorang pendongeng bagi anak-anak, sehingga mereka juga tidak merasa bosan.

“Kami juga siapkan speaker. Jadi bisa menarik perhatian orang-orang yang melintasi jalan di CFD,” kata Aryati.

Keceriaan semakin terasa melalui penampilan dongeng interaktif yang dibawakan Kak Fitri dan Kak Iyan.

Melalui cerita-cerita inspiratif yang dikemas secara menarik, anak-anak diajak untuk berimajinasi, belajar nilai-nilai positif, serta menumbuhkan kecintaan terhadap buku sejak usia dini.

Selain layanan membaca dan mendongeng, anak-anak juga mengikuti berbagai aktivitas kreatif yang memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bersama keluarga di ruang publik.

“Kami terus berkomitmen menghadirkan ruang literasi yang mudah diakses oleh masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya dan kegemaran membaca sejak dini,” jelasnya.

Kebiasaan Membaca Sejak Dini

Aryati mencatat saat ini Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di angka 10,24 sedangkan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di angka 59,04.

“Indeks pembangunan literasi masyarakat masih sangat kurang. Kebiasaan membaca ini yang harus dibangun sejak dini,” ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa untuk menghadirkan generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap buku, perlu didorong dari kebiasaan membaca sejak awal sehingga peran orang tua menjadi sangat penting.

“Orang tua adalah madrasah pertama bagi anak. Jadi sebisa mungkin harus mampu membacakan atau mendongengkan anaknya minimal satu buku satu hari. Misalnya kalau anaknya TK atau PAUD, maka orang tua mendongengkan anaknya agar nantinya sang anak mampu mentransformasi cerita itu di kelasnya,” ujarnya.

Kolaborasi Dinas Terkait

Aryati juga menjelaskan,  untuk meningkatkan minat baca, perlu kolaborasi dengan dinas terkait seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Pendidikan. Peningkatan itu termasuk sekolah di berbagai jenjang pendidikan baik TK, PAUD, SD dan SMP. (*)

 

 

Bagikan Tulisan Ini