PEMALANG, KYAIMENTERI.ID — SMP Alam Gunung Mendelem (SAGUM) Kecamatan Belik Pemalang, melaksanakan kegiatan Jelajah Alam dan Camping selama dua hari Kamis hingga Jumat tanggal 6–7 Agustus 2026.
Kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang bertujuan membentuk karakter murid agar lebih mandiri, tangguh, dan peduli terhadap lingkungan.
Kegiatan diikuti murid kelas 7 dan 8 ini, berlangsung dengan penuh semangat. Selama dua hari, para peserta mengikuti berbagai aktivitas di alam terbuka.
Latih Kekompakan dan Rasa Tanggungjawab
Mereka melakukan kegiatan mulai dari jelajah alam, mendirikan tenda, memasak bersama, permainan edukatif, hingga kegiatan kebersamaan yang melatih kekompakan, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab.
Melalui kegiatan tersebut, para murid diajak belajar secara langsung dari alam. Selain menambah pengetahuan dan pengalaman baru, mereka juga dilatih untuk bekerja sama, menghadapi berbagai tantangan, serta membangun kepercayaan diri dan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Bagian dari Program Pendidikan Karakter
Kepala Sekolah Alam Gunung Mendelem (SAGUM), Abdul Basyir, SS mengatakan, jelajah alam dan camping merupakan salah satu program pendidikan karakter yang rutin dilaksanakan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membentuk peserta didik yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Belajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata di alam terbuka yang memberikan banyak pelajaran berharga bagi kehidupan mereka,” ujarnya.
Jadi Generasi Berkarakter Kuat
Ia berharap pengalaman selama dua hari mengikuti jelajah alam dan camping dapat menjadi bekal bagi para murid untuk tumbuh menjadi generasi yang berkarakter kuat, berjiwa pemimpin, serta memiliki rasa syukur dan tanggung jawab dalam menjaga kelestarian alam.
Para murid antusias mengikuti setiap agenda dan mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga yang akan menjadi bekal dalam kehidupan maupun proses belajar di sekolah. (*)









