BOJONEGORO, KYAIMENTERI.ID – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Budi Mulya Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, menyiapkan langkah serius untuk mendongkrak kemampuan Bahasa Inggris bagi warga sekolah. Bukan sekadar menambah teori di ruang kelas, tapi sekolah ini akan menghadirkan 10 tutor dari Kampung Inggris Pare, Kediri, untuk menggelar pembelajaran intensif selama satu bulan penuh pada Oktober 2026. Para tutor akan mendampingi peserta didik sejak pagi hingga sore, sehingga diharapkan Bahasa Inggris tidak hanya dipahami, tetapi juga semakin terbiasa digunakan dalam keseharian.
Kepala SMK Budi Mulya Kasiman, Heru Kasiyanto, mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya sekolah untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris. “Rencananya kami akan mendatangkan 10 tutor dari Kampung Inggris Pare. Selama satu bulan penuh, para tutor akan mengajar mulai pagi sampai sore hari,” ujar Heru di kantornya, Senin (10/8/2026) .
Heru menambahkan melalui pembelajaran secara intensif itu diharapkan mampu menciptakan suasana belajar Bahasa Inggris yang lebih aktif. Murid tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga memiliki kesempatan lebih banyak untuk mempraktikkan kemampuan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.
Alumni Universitas Duta Bangsa Surakarta ini menegaskan, materi yang diberikan para tutor tidak akan dibuat sekadar sebagai pembelajaran Bahasa Inggris konvensional. Materi akan disesuaikan dengan kebutuhan saat ini, sehingga apa yang dipelajari murid maupun guru benar-benar relevan dengan perkembangan zaman.
“Materi yang diajarkan akan disesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Kami ingin apa yang dipelajari benar-benar bisa digunakan dan memberikan manfaat bagi murid maupun guru. Kedepannya semua warga sekolah wajib menggunakan Bahasa Inggris, tanpa terkecuali,” ujar pria paruh baya ini.
Menurutnya kemampuan Bahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting bagi lulusan SMK. Dunia kerja yang semakin terbuka membuat kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa asing menjadi nilai tambah bagi lulusan sekolah kejuruan. “Kemampuan akademik saja belum cukup. Kemampuan berbahasa asing menjadi nilai tambah,” imbuhnya.
Karena itu, sekolah ingin membangun budaya belajar Bahasa Inggris yang tidak sekadar mengejar nilai akademik. Keberanian berbicara, kemampuan memahami percakapan serta kepercayaan diri menggunakan Bahasa Inggris menjadi bagian penting yang ingin dikembangkan melalui program tersebut.
Menariknya, program ini tidak hanya menyasar murid. Guru juga akan menjadi bagian dari pembelajaran intensif tersebut. Dengan meningkatnya kemampuan Bahasa Inggris guru, pihak sekolah berharap kompetensi pendidik ikut berkembang dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran.
Ia mengatakan keberadaan 10 tutor selama satu bulan di lingkungan sekolah juga diharapkan mampu memberikan pengalaman baru bagi warga SMK Budi Mulya Kasiman.
“Harapan kami kemampuan Bahasa Inggris murid dan guru meningkat. Bukan hanya mengerti Bahasa Inggris, tetapi juga berani menggunakannya dalam komunikasi,” ujar Pengurus PBSI Bojonegoro tersebut.
Program tersebut sekaligus menunjukkan komitmen SMK Budi Mulya Kasiman untuk terus mencari pola pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan saat ini. Sekolah ingin membekali murid tidak hanya dengan keterampilan sesuai kompetensi keahlian, tetapi juga kemampuan pendukung yang dibutuhkan ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Didatangkan 10 tutor dari Kampung Inggris Pare Kediri, SMK Budi Mulya Kasiman berharap kemampuan Bahasa Inggris warga sekolah mengalami peningkatan. Bagi sekolah, Bahasa Inggris bukan lagi sekadar mata pelajaran, tetapi menjadi keterampilan yang harus dipraktikkan dan dikuasai untuk menghadapi tantangan masa depan. (*)









