JAKARTA, KYAIMENTERI.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, sukses mencuri perhatian publik saat tampil sebagai aktor dalam pertunjukan lenong Betawi berjudul Lela Oh Lela di Teater Besar, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jumat (10/7/2026).
Berperan sebagai Babe Lela, Abdul Mu’ti tampil penuh percaya diri dengan logat Betawi yang khas yang agak dipaksakan. Tingkah jenaka dan dialog-dialog improvisasinya berkali-kali memancing gelak tawa penonton. Penampilannya bahkan menjadi salah satu daya tarik utama dalam pertunjukan yang mengangkat kisah cinta, kesetiaan, dan perjuangan tersebut.
Siapa sangka, di balik penampilan aktingnya yang begitu alami, Kyai Menteri Abdul Mu’ti – yang biasa disapa ini mengaku baru pertama kali menginjak panggung teater.
“Alhamdulillah, ini pengalaman pertama saya main lenong. Ini salah satu bentuk tradisi dan seni budaya bangsa yang harus kita lestarikan bersama-sama agar generasi muda, khususnya di lingkungan Muhammadiyah, semakin memiliki kepedulian dan komitmen untuk mengembangkan seni budaya lokal yang menjadi kekayaan Indonesia,” ujar Kyai Menteri Abdul Mu’ti yang ditemui usai pertunjukan.
Tanpa Naskah, Semua Dialog Improvisasi
Keberhasilan Kyai Menteri Abdul Mu’ti dalam memahami dan menghidupkan karakter Babe Lela ternyata dilakukan tanpa menghafal dialog.
Ia mengungkapkan hanya menerima garis besar alur cerita sebelum naik ke panggung. Seluruh percakapan berlangsung secara spontan mengikuti dinamika para pemain profesional.
“Saya hanya diberi garis besar alur ceritanya. Dialognya improvisasi di atas panggung. Karena konsepnya lenong yang jenaka, jadi bebas saja. Kalau ada yang salah malah tambah lucu,” katanya sambil tersenyum.
Meski tampil bersama para pemain teater yang berpengalaman, Kyai Menteri Abdul Mu’ti mengaku sama sekali tidak merasa gugup.
“Saya tidak grogi. Ikut arus saja. Kebetulan pemainnya profesional, jadi saya terbawa kemampuan mereka. Saya hanya numpang, akhirnya semuanya mengalir,” ujarnya.
Bahkan, ia mengaku baru mengenal para pemain saat hari pementasan. Sebelumnya, dirinya hanya sempat bertemu dengan sutradaranya untuk menerima penjelasan singkat mengenai alur cerita.
Briefing Hanya 30 Menit, Tapi Main Lebih dari Satu Jam
Sutradara dari drama lenong Lela Oh Lela, Imam S. Bumiayu, mengaku sengaja mengajak Kyai Menteri Abdul Mu’ti bergabung karena merupakan bagian dari keluarga besar Muhammadiyah.
Menurutnya, sang Menteri sama sekali bukan aktor, namun mampu membawakan karakter Babe Lela secara alami.
“Pak Menteri memang bilang bukan orang teater. Saya bilang pasti bisa kalau bermain bersama kami,” kata Imam meyakinkan.
Ia menjelaskan, drama Lela Oh Lela merupakan pengembangan dari pementasan tahun 2019 yang sebelumnya berjudul Tuan Tanah dan Mak Comblang. Cerita tersebut direvisi menjadi hiburan dalam rangkaian kegiatan Muhammadiyah.
Di balik nuansa komedi, Imam menyebut kisah Lela dan Rahman menyimpan pesan mendalam tentang kesetiaan dan perjuangan.
“Lela Oh Lela adalah simbol kesetiaan Lela dan Rahman yang menunggu hingga usia tua untuk mendapatkan kebahagiaan. Hikmahnya, setiap kebahagiaan membutuhkan perjuangan,” jelasnya.
Yang membuat Imam semakin terkesan adalah kemampuan Kyai Menteri Abdul Mu’ti dalam berimprovisasi tanpa latihan.
“Semua yang dimainkan Pak Menteri di luar teks naskah. Tidak ada latihan. Saya hanya memberikan briefing sekitar setengah jam sebelum tampil di TIM. Selebihnya improvisasi. Hebatnya lagi, beliau bisa bermain lebih dari satu jam,” ungkap Imam.

Rekan Pemain: Pak Menteri Justru Paling Lucu
Penampilan Kyai Menteri Abdul Mu’ti juga mendapat pujian dari para pemain lain. Bahkan pemeran Nyak (Ibu) Lela, Dian Mariyana, menyebut akting sang menteri lebih menghibur dibanding para pemain yang sudah terbiasa tampil di panggung.
“Kan ceritanya kita jadi suami istri. Eh, ternyata Pak Menteri lebih cakep mainnya dibanding kita-kita. Jangan-jangan memang punya bakat jadi pemain teater. Keren banget,” ujarnya sambil bercanda dengan logat Betawi yang kental.
Hal senada disampaikan pemeran utama Lela, Gina Sheilla. Menurutnya, awalnya seluruh pemain sempat merasa khawatir karena belum mengetahui kemampuan akting Kyai Menteri Abdul Mu’ti ini.
“Awalnya kami deg-degan. Pak Menteri kelihatannya kalem dan pendiam. Kami pikir bakal sulit mengikuti alur cerita. Banyak perubahan-perubahan. Tapi ternyata begitu naik panggung, beliau cair sekali, natural, dan mudah mengikuti improvisasi. Keren,” pungkasnya.









