JAKARTA, KYAIMENTERI.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan revitalisasi 71.744 sekolah di seluruh Indonesia pada 2026. Program satuan pendidikan tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga SMA/SMK.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam siaran persnya yang dikutip Kyaimenteri.id dari chanel YouTube Sekretarat Presiden mengatakan, target tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan nasional.
Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6) malam.
Pada pertemuan ini Mendikdasmen didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.
“Alhamdulillah, baru saja kami diterima oleh Bapak Presiden dan mendapatkan arahan langsung terkait program-program prioritas yang diamanahkan kepada kami di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, ” kata Mu’ti.
Menurutnya, Presiden memberikan arahan agar program-program prioritas di bidang pendidikan terus diperkuat guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
“Arahan Presiden berfokus pada upaya melanjutkan peningkatan kualitas pendidikan, terutama melalui program-program prioritas pemerintah,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Kemendikdasmen melaporkan bahwa program revitalisasi sekolah tahun 2025 telah terlaksana 100 persen dan menjangkau 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Sementara untuk tahun 2026, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp14 triliun yang telah mendapat persetujuan DPR. Anggaran tersebut dialokasikan untuk revitalisasi 11.744 satuan pendidikan.
Selain itu, pemerintah juga merencanakan penambahan sekitar 60.000 satuan pendidikan sehingga total sekolah yang akan direvitalisasi pada tahun ini mencapai 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga SMA dan SMK.
Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan bahwa program revitalisasi sekolah tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi. Karena pembangunannya melalui sistem swakelola, oleh masing-masing satuan pendidikan akan ada penyerapan tenaga kerja sekitar 1,1 juta orang dalam rentang antara 3 sampai 8 bulan.
Abdul Mu’ti menjelaskan pelaksanaan revitalisasi sekolah tahun 2026 saat ini sudah berjalan. Dari target awal 11.744 satuan pendidikan, sekitar 70 persen di antaranya telah memasuki tahap pengerjaan.
Bahkan sejumlah proyek diperkirakan dapat selesai pada Juli hingga Agustus mendatang sehingga sudah bisa digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027.
Menurutnya, manfaat program revitalisasi sangat dirasakan masyarakat, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Banyak sekolah di daerah tersebut yang selama puluhan tahun belum pernah mendapatkan perbaikan secara menyeluruh.
Mu’ti menambahkan, meski berdasarkan ketentuan perundang-undangan, pembangunan sekolah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah namun pemerintah pusat tetap memberikan dukungan melalui program revitalisasi sekolah negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.
“Karena komitmen Bapak Presiden untuk peningkatan mutu pendidikan, kami merevitalisasi sekolah-sekolah itu baik sekolah negeri maupun swasta dan diselenggarakan di seluruh Indonesia,” katanya.









