Alumni Universitas Dokter Soetomo Surabaya ini menilai, pengalaman tersebut memberikan perubahan positif terhadap kemampuan siswa, terutama dalam berkomunikasi dengan pihak luar.
“Setelah mengikuti PKL, anak-anak menjadi lebih bisa berkomunikasi dengan pihak luar. Mereka juga lebih berani berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru,” ungkapnya.
Selain membentuk mental dan kemampuan komunikasi, PKL juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk menambah keterampilan atau skill.
Siswa dapat melihat sekaligus mempraktikkan secara langsung berbagai pekerjaan sesuai bidang yang mereka pelajari di sekolah.
“Adanya PKL juga bisa menambah skill anak-anak. Jadi mereka tidak hanya mendapatkan teori di sekolah, tetapi juga pengalaman praktik langsung di lapangan,” ungkapnya.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi siswa ketika lulus nanti. Menurutnya, lulusan SMK dituntut tidak hanya menguasai kompetensi sesuai jurusannya, tetapi juga memiliki sikap, kemampuan komunikasi, dan kesiapan mental untuk menghadapi dunia kerja.
Dengan melibatkan siswa secara langsung di lingkungan DUDI, SMKN 1 Cepu berupaya memperkuat hubungan antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja. (*)









